Pantai Anoi Hitam Pesona Jejak Sejarah

- Administrator

Jumat, 24 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pantai Anoi Itam Sabang di Kecamatan Sukajaya

Pantai Anoi Itam Sabang di Kecamatan Sukajaya

SABANG|METRO ACEH-Lanskap berbeda langsung terasa saat menjejakkan kaki di Pantai Anoi Itam. Hamparan pasir hitam pekat yang kontras dengan birunya laut menjadi ciri khas utama destinasi ini. Berlokasi sekitar 13 kilometer dari pusat Kota Sabang di Pulau Weh, pantai ini dikenal memiliki karakter geologi unik sekaligus nilai historis yang kuat.

Berbeda dari kebanyakan pantai di Aceh yang identik dengan pasir putih, Anoi Itam menawarkan panorama eksotis melalui pasir vulkanik berwarna gelap. Warna tersebut merupakan hasil aktivitas vulkanik purba yang membentuk Pulau Weh ribuan tahun silam. Kandungan mineral di dalamnya menciptakan perpaduan visual yang mencolok dengan air laut berwarna biru kehijauan.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Sabang, Harry Susethia, mengatakan keunikan geologi ini menjadi nilai jual tersendiri dalam pengembangan sektor pariwisata daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pantai Anoi Itam memiliki pasir hitam yang terbentuk dari aktivitas vulkanik purba dan menjadi identitas khas Sabang. Keindahan tersebut semakin lengkap dengan laut yang jernih serta panorama matahari terbit dan terbenam yang memukau,” ujarnya.

Menurutnya, potensi tersebut mendukung konsep wisata berbasis alam dan sejarah yang terus didorong pemerintah daerah. Perpaduan antara bentang alam, kekayaan geologi, serta peninggalan masa lalu menjadikan kawasan ini memiliki daya tarik yang kompetitif.

Tak hanya menawarkan keindahan di permukaan, perairan di sekitar pantai juga menyimpan kekayaan bawah laut yang masih terjaga. Terumbu karang di beberapa titik menjadi habitat berbagai jenis ikan tropis. Aktivitas snorkeling pun menjadi pilihan menarik bagi wisatawan yang ingin menikmati kehidupan bawah laut dari jarak dekat.

Pada periode tertentu, kondisi ombak relatif tenang sehingga cukup aman untuk aktivitas rekreasi keluarga. Meski demikian, pengunjung tetap diimbau untuk memperhatikan kondisi cuaca sebelum berenang atau melakukan aktivitas air.

Daya tarik lain yang memperkaya pengalaman wisata adalah keberadaan Benteng Jepang Anoi Itam yang berada di perbukitan sekitar pantai. Bangunan pertahanan peninggalan Perang Dunia II tersebut masih berdiri kokoh menghadap laut lepas. Dari lokasi bunker, pengunjung dapat menikmati panorama luas Samudera Hindia sekaligus menelusuri jejak sejarah Sabang sebagai wilayah strategis di masa lalu.

Ketua Pokdarwis Anoi Itam, Suhaimi, menyebut kawasan ini kini semakin diminati karena menawarkan pengalaman wisata yang beragam.

“Pengunjung tidak hanya menikmati pemandangan pantai dan snorkeling, tetapi juga bisa mengunjungi bunker Jepang serta mencicipi kuliner khas seperti rujak buah. Suasananya yang tenang membuat wisatawan betah berlama-lama,” katanya.

Akses menuju lokasi pun tergolong mudah. Perjalanan dari pusat Kota Sabang dapat ditempuh sekitar 30 menit dengan kendaraan bermotor. Kondisi jalan yang memadai turut mendukung peningkatan jumlah kunjungan, baik wisatawan lokal maupun mancanegara.

Saat akhir pekan dan musim liburan, pantai ini kerap dipadati pengunjung. Sebagian memilih bersantai di tepi pantai, sementara lainnya mengabadikan momen dengan latar pasir hitam yang kontras. Momen matahari terbit menjadi salah satu daya tarik utama, ketika cahaya keemasan memantul di atas pasir gelap dan menciptakan efek visual yang dramatis.

Kehadiran pelaku usaha lokal juga menambah daya tarik kawasan. Warung sederhana di sekitar pantai menyediakan berbagai kuliner khas, mulai dari rujak buah hingga hidangan laut segar. Aktivitas ekonomi ini memberikan dampak langsung bagi masyarakat sekitar.

Di sisi lain, aspek kebersihan dan kelestarian lingkungan tetap menjadi perhatian. Pemerintah daerah bersama kelompok sadar wisata terus mengedukasi pengunjung untuk menjaga kebersihan serta tidak merusak ekosistem pantai.

Dengan segala keunikannya, Pantai Anoi Itam menjadi contoh bagaimana potensi alam dan sejarah dapat berpadu menjadi daya tarik wisata yang kuat. Di ujung barat Indonesia, pantai ini hadir sebagai destinasi yang tidak hanya memanjakan mata, tetapi juga menyimpan cerita panjang tentang proses alam dan perjalanan sejarah yang membentuknya.(red)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Bukan Hanya Sekedar Berfoto, Wisatawan Patut Menyisakan Cerita Indah di Sabang
Pantai Pasir Putih Keuneukai, Oase Tenang Dibalik Keramaian Wisatawan Sabang
Batu Kapal Iboih Dilirik Wisatawan
Dispar Optimis Sektor Wisata Dongkrak PAD 2026
Budaya dan Pesona Alam Menjadi Magnet Sabang
Gua Sarang Baru Spot Wisata Unggulan Kota Sabang
Kapal Cepat Express Bahari Siap Layani Arus Mudik dan Kujungan Wisatawan ke Sabang
Sabang Musik Talent 2025, Dorong Ekonomi Kreatif dan UMKM Lokal

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 23:32 WIB

Bukan Hanya Sekedar Berfoto, Wisatawan Patut Menyisakan Cerita Indah di Sabang

Jumat, 24 April 2026 - 23:18 WIB

Pantai Pasir Putih Keuneukai, Oase Tenang Dibalik Keramaian Wisatawan Sabang

Jumat, 24 April 2026 - 23:16 WIB

Pantai Anoi Hitam Pesona Jejak Sejarah

Jumat, 24 April 2026 - 23:12 WIB

Dispar Optimis Sektor Wisata Dongkrak PAD 2026

Jumat, 24 April 2026 - 23:10 WIB

Budaya dan Pesona Alam Menjadi Magnet Sabang

Berita Terbaru

Pantai Anoi Itam Sabang di Kecamatan Sukajaya

SABANG

Pantai Anoi Hitam Pesona Jejak Sejarah

Jumat, 24 Apr 2026 - 23:16 WIB