Budaya dan Pesona Alam Menjadi Magnet Sabang

- Admin

Rabu, 14 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelajar di Kota Sabang mengenakan pakaian adat masing-masing daerah pada acara Karnaval di Sabang

Pelajar di Kota Sabang mengenakan pakaian adat masing-masing daerah pada acara Karnaval di Sabang

SABANG|METRO ACEH-Kota Sabang kini tidak lagi sekadar dikenal sebagai titik nol kilometer Indonesia, tetapi juga berkembang sebagai “miniatur Indonesia” yang memadukan keberagaman budaya dengan pesona alam. Identitas ini dinilai menjadi kekuatan baru dalam meningkatkan daya saing pariwisata Pulau Weh.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Sabang, Harry Susethia, menegaskan bahwa posisi strategis Sabang tidak hanya memiliki makna geografis, tetapi juga simbol persatuan bangsa. Keberagaman suku dan budaya yang hidup harmonis di wilayah ini menjadi modal penting dalam mendorong pertumbuhan sektor pariwisata.

“Sabang adalah miniatur Indonesia di ujung barat. Keberagaman yang hidup rukun di sini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin merasakan pengalaman yang autentik,” ujarnya, Rabu (14/1/2026).

Menurutnya, kekuatan pariwisata Sabang terletak pada perpaduan antara kekayaan tradisi dan keindahan alam yang masih terjaga. Saat ini, wisatawan tidak hanya mencari panorama, tetapi juga pengalaman budaya, mulai dari kuliner khas, seni, musik, hingga kerajinan tangan yang mencerminkan kearifan lokal Aceh.

Tren kunjungan wisatawan yang terus meningkat menunjukkan bahwa kombinasi wisata alam dan budaya masih menjadi daya tarik utama. Kondisi ini turut mendorong kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia, termasuk pemandu wisata lokal.

“Keberagaman ini harus dikelola secara berkelanjutan. Jika ditangani secara profesional, akan memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat,” tambah Harry Susethia.

Selain budaya, sektor bahari tetap menjadi tulang punggung pariwisata Sabang. Kawasan seperti Pulau Rubiah dikenal sebagai salah satu lokasi selam kelas dunia yang menarik minat wisatawan mancanegara. Keindahan bawah laut, air yang jernih, serta panorama matahari terbenam menjadi daya tarik yang sulit ditandingi.

Didukung hutan tropis yang masih alami dan kondisi perairan yang bersih, Sabang memiliki keunggulan kompetitif dibandingkan destinasi lain. Namun, menurut Harry Susethia, potensi tersebut harus diimbangi dengan upaya pelestarian lingkungan serta penguatan nilai toleransi di tengah masyarakat.

“Dengan persatuan dan kolaborasi semua pihak, Sabang akan terus berkembang sebagai destinasi unggulan, bukan hanya sebagai simbol geografis, tetapi juga sebagai cerminan nilai persatuan Indonesia,” pungkasnya. (Red)

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel www.metroaceh.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sekdako Sabang Harapkan JCH Tetap Jaga Kesehatan
Peringatan Otda ke 30, Akselerasi Layanan Publik dan Reformasi Birokrasi di Sabang
Pariwisata Sabang Jadi Sumber Ekonomi Masyarakat
Keindahan Bawah Laut Sabang Jadi Primadona Wisata
Diskominfo Sabang Corong Utama Pemerintah Kota
DPRK dan Pemko Sabang Satu Langkah Bangun Kemandirian Pangan Kepulauan
Wakil Wali Kota Sabang Pimpin HLM TPID 2026, Fokus Jaga Stabilitas Harga Jelang Ramadhan
Tiga Qari-Qariah Sabang Perkuat Kafilah Aceh di MTQ Nasional 2026

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 00:38 WIB

Sekdako Sabang Harapkan JCH Tetap Jaga Kesehatan

Selasa, 5 Mei 2026 - 00:36 WIB

Peringatan Otda ke 30, Akselerasi Layanan Publik dan Reformasi Birokrasi di Sabang

Selasa, 5 Mei 2026 - 00:35 WIB

Pariwisata Sabang Jadi Sumber Ekonomi Masyarakat

Selasa, 5 Mei 2026 - 00:31 WIB

Keindahan Bawah Laut Sabang Jadi Primadona Wisata

Kamis, 30 April 2026 - 00:05 WIB

Diskominfo Sabang Corong Utama Pemerintah Kota

Berita Terbaru

Ketua Pembina Yayasan Kebangsaan Bireuen, Dr H Amiruddin Idris, SE.,MSi bersama anak yatim, di halaman kampus UNIKI Bireuen, Sabtu (24/10) pagi

PENDIDIKAN

Gelar Maulid, UNIKI Santuni Anak Yatim

Sabtu, 24 Okt 2026 - 17:27 WIB