BIREUEN|METRO ACEH-Guna mencegah dan mengantisipasi potensi luapan sungai serta ancaman banjir susulan kawasan pedalaman Peusangan Selatan, Bupati Bireuen H Mukhlis ST memimpin upaya pembersihan sampah kayu bekas becana yang menumpuk di aliran sungai Gampong Krueng Beukah, Jum’at (10/4) pagi.
Akibat hujan deras yang mengguyur sejumlah daerah pekan lalu, menyebabkan sampah kayu menutupi alur sungai di sekitar jembatan Krueng Beukah dan Lueng Kuli. Usai menerima laporan Keuchik, Bupati langsung merespon cepat kondisi ini, untuk segera ditangani secara serius agar mengantisipasi potensi ancaman banjir.
Pemerintah Kabupaten Bireuen, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengerahkan eskavator, untuk membersihkan alur sungai yang tertutupi tumpukan sampah kayu itu. Setelah upaya pembersihan di Krueng Beukah, selanjutnya akan dilakukan penanganan di Lueng Kuli, akibat saluran air yang sempat tertimbun lumpur dan kini sudah mengeras.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Warga Krueng Beukah memberi apresiasi, atas reaksi cepat Bupati Bireuen H Mukhlis ST yang merespon kondisi buruk ini, dengan turun langsung memimpin aksi pembersihan di lokasi tersebut.
“Alhamdulillah, masyarakat saat ini sedang berusaha bangkit dari bencana banjir akhir tahun lalu, sekarang sudah dapat bernafas lega karena alur sungai yang penuh sampah kayu telah dibersihkan dan kami tidak perlu khawatir lagi karena alur sungai sudah bersih,” ungkap Keuchik Krueng Beukah, T Munawar.
Menurutnya akibat endapan sendimen saat bencana hidrometeorologi, menimbulkan tumpukan kayu sampah menyumbat aliran sungai, sehingga saat hujan deras air meluap ke pemukiman dan menggenangi rumah-rumah warga. Namun, setelah kondisi itu dilaporkan langsung mendapat respon cepat dan Bupati turun tangan ke lokasi.
H Mukhlis ST yang ditemui awak media menuturkan, Pemerintah Kabupaten Bireuen tetap fokus dan serius menyahuti setiap kebutuhan dan harapan masyarakat. Konon lagi, dalam penanganan bencana maupun pasca bencana selalu menjadi prioritas.
“Alur sungai di jembatan Krueng Beukah ini, dipenuhi sendimen dan tumpukan sampah kayu, jadi harus segera ditangani sehingga aliran sungai bisa normal kembali,” ujarnya.
Dia meminta seluruh keuchik di Kabupaten Bireuen, senantiasa menyahuti kebutuhan masyarakat dan segera melaporkan apabila ada kondisi darurat yang perlu ditangani oleh pemerintah daerah. (Bahrul)






