BIREUEN|METRO ACEH – Guna melihat langsung kesiapan penanganan dampak banjir. Wakil Gubernur Aceh, Fadhullah dan tim dari provinsi, meninjau jembatan baru Teupin Mane dan pembangunan tanggul/bronjong penanganan erosi di Gampong Krueng Simpo, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Senin (5/10) pagi.
Dalam kunjungan kerjanya itu, Wakil Gubernur Aceh turut juga didampingi Reza Azlan dari PT PP, Kadis PUPR Bireuen, Ir Fadhli Amir, ST.,MT, Kalaksa BPBD, Ir Marwan, ST.,MT, Kadisdikbud Dr Muslim, MSi, Kadis Perkim Ir Fadhli Abdulah, ST, Camat Juli Hendri Maulana, Kapolsek Juli Iptu Iwan Temas, Keuchik Krueng Simpo Mursal dan Keuchik Rantau Panyang Zahri Ar dan pejabat terkait.
Wakil Gubernur Aceh, Fadhullah akrab disapa Dek Fad ditanyai Metro Aceh dilokasi menjelaskan dalam kunjungan ini kami melihat pembangunan jembatan duplikasi Teupin Mane Bireuen sudah selesai.
Namun dari keterangan pihak perusahaan pelaksanaan bahwa jembatan belum bisa fungsional karena masih harus dilakukan uji coba beban, dan juga dalam proses pembebasan lahan 14 rumah di bagian oprit atau jalan keluar arah selatan jembatan.
“Setelah ujian coba beban selesai dan pembebasan lahan selesai dilakukan, selanjutnya jembatan baru Teupin Mane ini sudah bisa dibuka,” jelas Wakil Gubernur Aceh.
Wagup Aceh didampingi Azlan dari PT PP ditanyai Metro Aceh terkait jembatan eksisting atau jembatan lama Teupin Mane yang telah rusak diterjang banjir bandang itu nanti masih di pakai atau dibongkar.?
Kata Reza Azlan, setelah jembatan duplikasi Teupin Mane dibuka atau operasional, untuk jembatan lama dibongkar karena sudah gagal kontruksi dampak banjir sehingga tidak layak lagi digunakan untuk jangka waktu lama, jelasnya.
Lanjutkan Pembangunan Tanggul
Sementara itu, Wakil Gubernur Aceh, Fadhullah usai melihat secara dekat pembangunan tanggul atau bronjong untuk pengaman tebing mengatasi erosi tebing sungai ekses banjir di Dusun Keude Gampong Krueng Simpo, Kecamatan Juli kepada Metro Aceh mengatakan.
Untuk menangani tebing sungai Krueng Simpo yang rusak akibat erosi, tahun 2026 ini dikerjakan sepanjang 400 meter dibiayai dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA).
“Namun yang diusulkan dari kabupaten panjang penanganan 1,5 km, artinya belum selesai untuk penanganannya. Juga dari Gampong sebelah timur sungai yaitu Rantau Panyang juga berharap kerusakan tebing sungai akibat erosi juga dapat ditangani,” jelasnya.
Pada intinya, kata Wagub. “Kami pemerintah Aceh berkomitmen kami selesaikan pembangunan tanggul ditepi sungai Krueng Simpo dan Rantau Panyang tahun depan,” janji Wagup dihadapan para pejabat Pemkab Bireuen dan juga perangkat gampong.
Wagub juga memastikan untuk terkait jalan alternatif Matang Geulumpang Dua tembus ke jalan nasional Bireuen-Takengon yang telah putus ekses banjir akhir November 2025 seperti yang disampaikan Kadis PUPR Bireuen, Ir Fadhli Amir, ST.,MT.
“Jalan itu adalah kewenangan Provinsi seperti disampaikan Pak Fadhli tadi. Saya akan segera tindak lanjut dan hari ini hadir Dinas Pengairan, Dinas PUPR Provinsi Aceh yang mana belum tersentuh ataupun sudah tetapi ada bencana susulan segera kami tidaklanjuti,” tutur Wagub Aceh. (Rahmat Hidayat)






