BIREUEN|METRO ACEH – Delapan mahasiswa Fakultas Syariah dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Aceh
(UIA) Paya Lipah, Peusangan, Kabupaten Bireuen, melaksanakan program Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dan Kuliah Pengabdian kepada Masyarakat (KPM) Terpadu di Malaysia, mulai dari hari Senin (5/10) sampai 20 hari ke depan.
Keterangan yang Metro Aceh peroleh, agenda internasional ini dirancang untuk memperkuat
kompetensi profesional sekaligus memberi pengalaman belajar lintas negara bagi civitas akademika.
Humas UIA Paya Lipah Peusangan, Aulia Fitri kepada wartawan, Rabu (7/10) mengatakan, kegiatan PPL dan KPM Terpadu itu diikuti oleh mahasiswa dari Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI)
serta Program Studi Ekonomi Syariah.
Selama di Malaysia, peserta
ditempatkan di dua lembaga profesional, yaitu Pewarisan Sdn Bhd di Kuala Lumpur dan My Pusaka di Negeri Sembilan.
Mahasiswa mengikuti aktivitas mencakup praktik lapangan, observasi, diskusi, pemahaman tata kerja kelembagaan.
Bagi mahasiswa Hukum Keluarga Islam, program ini menjadi sarana mendalami praktik kewarisan, pengelolaan harta pusaka, perbandingan antara teori hukum Islam di perkuliahan dengan penerapan praktis di Malaysia.
Sementara bagi mahasiswa Ekonomi Syariah, agenda ini berfokus pada penguatan keterampilan administrasi, pelayanan masyarakat, analisis
ekonomi, dan manajemen aset syariah.
Dekan Fakultas Syariah UIA Paya Lipah Peusangan, M Iqbal Lc MAg CPM menjelaskan, pelaksanaan PPL dan KPM Terpadu di luar negeri adalah bagian dari penerapan metode pembelajaran berbasis
pengalaman (experiential learning).
“PPL dan KPM Terpadu di Malaysia memberi pengalaman yang sangat berharga bagi mahasiswa. Mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga melihat secara langsung praktik hukum keluarga, kewarisan, pengelolaan harta pusaka, dan aktivitas kelembagaan dalam perspektif lebih luas, diharapkan dapat membentuk mahasiswa yang kompeten, adaptif,
profesional, dan memiliki wawasan global,” ujar M Iqbal.
Disampaikan juga, program internasional ini mendapat dukungan penuh dari pimpinan kedua lembaga mitra di Malaysia, yakni CEO Pewarisan Sdn Bhd, Khairulnizam bin Mustafa Kamal, dan CEO My Pusaka, Khairul Azman bin Mustafa Kamal.
Kedua instansi menyambut positif kehadiran mahasiswa UIA Peusangan sebagai bentuk sinergi akademik dan praktisi dalam bidang pengelolaan
harta serta pelayanan publik berbasis syariat.
Melalui program 20 hari
ini, UIA Paya Lipah Peusangan terus berkomitmen memperluas jejaring kerja sama
internasional guna melahirkan lulusan yang berintegritas, berdaya saing, dan berwawasan global, terangnya. (Rahmat Hidayat)






