BIREUEN|METRO ACEH – Festival Toet Budee Trieng digelar Dewan Kesenian Aceh (DKA) kerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) dibuka Bupati Bireuen, Ir H Mukhlis, ST yang berlangsung semarak dilapangan Paya Kareung, Kecamatan Peusangan, Sabtu (10/10) siang.
Peserta dari 17 kecamatan tim dari Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) dan Musyawarah Kerja Kepala Sekokah (MMKS) sangat antusias mengikuti pertandingan permainan tradisional masyarakat Bireuen Piala Bupati Bireuen itu dalam rangka HUT ke-27 Kabupaten Bireuen.
Dewan Pakar DKA Bireuen, H Yusri, S.Sos dalam laporannya mengatakan, bertujuan untuk melestarikan nilai-nilai tradisi budaya lokal non-benda berupa Teot Budee Trieng (meriam bambu), sekaligus memberikan ruang ekspresi budaya yang positif dan bernilai estetika tinggi bagi masyarakat.
Adapun ketentuan teknis utama yaitu festival ini dilaksanakan dalam satu babak sistem gugur. Setiap grup diperkenankan membawa tiga budee trieng utama dan satu cadangan, dengan spesifikasi diameter bambu alam 10-15 cm, panjang 1,5-2,5 meter.
Panitia memberlakukan larangan keras penggunaan bahan kimia karbit demi menjaga orisinalitas suara tradisi serta menjamin keselamatan kerja seluruh peserta.
Penilaian dilakukan secara objektif oleh Dewan Juri yang kompeten di bidangnya. Parameter penilaian mencakup teknik memainkan alat/atraksi grup, kualitas hasil suara letusan selama 10 menit, konsep penyajian, keselarasan kostum/identitas kebudayaan, serta estetika dekorasi lokasi masing-masing grup.
Dalam festival ini, seluruh peserta akan memperebutkan Piala Bupati Bireuen dengan alokasi total hadiah sebesar Rp 26.000.000.
Hadiah didistribusikan kepada juara 1, 2, 3, juara harapan 1, 2, 3, serta dana subsidi pembinaan masing-masing sebesar Rp 1.000.000 untuk 11 grup partisipan lainnya, terang H Yusri.
Semenrata itu, Bupati Bireuen, Ir H Mukhlis, ST saat membuka kegiatan dihadiri antara lain, Wakil Bupati, Ir H Razuardi, MT, unsur Forkopimda, Sekda para asisten dan kepala SKPK, juga anggota DPRK, Ketua TP-PKK dan BKMT, mengatakan.
Festival Toet Budee Trieng ini digelar Pemkab Bireuen sebagai komitmen untuk melestarikan dan menggali kembali berbagai tradisi dan budaya Aceh di Bireuen mulai jarang ditemui.
Kata Bupati, ke depannya juga Pemkab Bireuen berencana untuk terus mengangkat dan menggelar kembali kegiatan seni budaya lokal, seperti tradisi Meurukon dan festival adat lainnya, agar tetap dikenal oleh generasi muda, tutur Mukhlis.
Amatan Metro Aceh setelah membuka lomba, Bupati dan Wakil Bupati langsung menuju kelapangan untuk melakukan uji coba meriam bambu. Lalu juri melakukan penilaian satu-satu peserta meletupkan meriam andalannya dengan waktu 10 menit.
Dimulai K3S/MKKS Jeumpa, K3S/MKKS Jangka, K3S/MKKS Pandrah, K3S/MKKS Jeunieb, K3S/MKKS Samalanga, K3S/MKKS Peusangan Selatan, K3S/MKKS Kota Juang, K3S/MKKS Peulimbang, K3S/MKKS Kutablang.
Dilanjutkan K3S/MKKS Peusangan, K3S/MKKS Peusangan Siblah Krueng, K3S/MKKS Gandapura, K3S/MKKS Makmur, K3S/MKKS Peudada, K3S/MKKS Juli, K3S/MKKS Kuala dan K3S/MKKS Simpang Mamplam. (Rahmat Hidayat)






