Proyek Embung Blang Rambong Dituding Asal Jadi

- Publisher

Sabtu, 5 Januari 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BIREUEN|METRO ACEH-Akibat dikerjakan asal jadi, proyek rehabilitasi Embung Blang Rambong Desa Tanjong Beuridi, Kecamatan Peusangan Selatan menyebabkan puluhan hektar sawah di kawasan itu mengalami kekeringan.

Padahal, pekerjaan fisik bersumber dari DOKA 2018 itu, sejogyanya bertujuan untuk mengatasi persoalan kebutuhan pasokan air ke sawah masyarakat. Tapi, karena dikerjakan asal-asalan malah jadi bertolakbelakang dengan pembiayaan melalui pagu Dinas Pengairan Aceh, bernilai Rp 688 juta yang terbuang sia-sia.

Anggota DPRK Bireuen, Faisal Hasballah bersama Keujruen Blang dan Kepala Dusun, memperlihatkan lokasi proyek Rehabilitasi Embung Blang Rambong, yang diduga sarat masalah, Sabtu (5/1).

Keujreun Blang Rambong, Syarifuddin (55) saat ditemui Metro Aceh, Sabtu (5/1) menuturkan, puluhan hektar area persawahan yang lagi ditanami padi, kini mengalami kekeringan dan terancam gagal panen.

Penyebabnya sebut Syarifuddin, karena rehabilitasi embung Blang Rambong tak dikerjakan sesuai kebutuhan, serta asal jadi. Sehingga, mereka hanya dapat mengaliri air ke sawah bagian timur dan barat saja, sedangkan sebelah utara dan selatan, pasokan air terpaksa dihentikan agar tidak meluap serta merendam puluhan hektar sawah lainnya di sekitar lokasi itu.

“Kami tidak bisa membuka pintu air sebelah utara, karena jika dipaksakan maka menyebabkan tanggul embung sebelah timur meluap. Sehingga, puluhan hektar sawah yang sedang ditanami padi, kini kekeringan akibat suplai air terhenti,” sebutnya.

Hal senada juga dikemukakan oleh Kepala Dusun Gunawan Desa Tanjong Beuridi , Muhammad Zahri. Dia mengaku, sejak beberapa hari terakhir dirinya selalu didatangi warga, yang mengeluh dan mempertanyakan kondisi itu.

Terutama, para pemilik sawah yang kini tak lagi bisa terairi, akibat persoalan proyek embung yang berdampak buruk terhadap usaha pertanian warga desa itu. Dia mengaku kewalahan memberi jawaban kepada masyarakat, karena pihak pelaksana proyek sudah hilang dari lokasi.

Sehingga dirinya terpaksa mencari akses ke media, guna mengadukan keluhan ini dan berharap segera mendapat respon baik dari instansi terkait,”Kami berharap supaya masalah tersebut, dapat disikapi agar tidak merugikan warga di daerah kami. Karena sawah mereka kekeringan gara-gara program rehab embung,” ujarnya seraya mengaku kondisi itu tak pernah terjadi sebelumnya.

Sementara itu, Anggota DPRK Bireuen dari Partai Gerindra, Faisal Hasballah yang berdomisili di Tanjong Beuridi, saat bertemu awak media ini di lokasi itu menandaskan, sejak awal dirinya sudah melihat ketidak beresan pekerjaan tersebut.

Selain tidak dipasangi pamplet (plang) proyek, rekanan juga terlihat bekerja tak semangat. Sehingga, hasilnya benar-benar tidak maksimal. Dirinya selama ini sering memantau langsung aktifitas para pekerja, serta beberapa kali memberikan saran, namun tak pernah diindahkan.

Faisal meminta Dinas Pengairan Aceh, supaya merampungkan pekerjaan proyek itu, sesuai dengan spesifikasi tehnis dan tidak meninggalkan dampak negatif bagi masyarakat. Konon lagi sebutnya, saat ini masih dalam proses pemeliharaan dan harus dilaksanakan secara optimal, serta menyeluruh sesuai perencanaan. Sehingga, benar-benar bermanfaat untuk mendukung usaha pertanian rakyat di kawasan itu.

Dia juga meminta Inspektorat Aceh, agar turun untuk melakukan audit investigasi, sehingga anggaran publik ini tidak habis sia-sia. Karena hanya menguntungkan segelintir pihak saja, namun dampaknya menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat setempat. Akibat potensi gagal panen yang sedang menghantui para petani Tanjong Beuridi dan sekitarnya.

“Kami minta supaya kekurangan yang masih ada, segera diperbaiki supaya tak berimbas terhadap petani. Saat ini areal persawahan, cukup banyak yang sudah kering kerontang,” tukasnya.

Pantauan Metro Aceh tadi siang, ratusan hektar sawah terlihat sudah mengering, akibat tidak mendapat suplai air sejak sebulan terakhir. Berdasarkan data yang diperoleh, paket pekerjaan fisik DOKA itu dikerjakan oleh CV Pundi Tirta dengan nilai penawaran Rp 688.700.000. Proyek ini, diduga sarat masalah namun belum terjamah penegak hukum.

Bahkan, akibat pengerjaan asal-asalan ruas jalan TMMD, yang menembus ruas jalan Kecamatan Peusangan Selatan-Kecamatan Juli, tertutupi timbunan material pengerukan embung Blang Rambong. (Bahrul)

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel www.metroaceh.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PGRI Komit Kawal Kasus Hukum Muhardi
Revitalisasi SMK Kesehatan Muhammadiyah Sudah 80 Persen
29.635 KK Belum Terima Bantuan, Pemkab Bireuen Perpanjang Transisi Darurat ke Pemulihan Bencana
Dihadiri Danrem, Kesbangpol Bireuen Gelar Apel Kebangsaan
Polres Bireuen Gelar Apel Pencegahan dan Penanganan Karhutla
PT Agrinas Palma Nusantara Gelar Pasar Rakyat dan Pengobatan Gratis di Tamiang
Peringati Hari Lahir Kejaksaan ke 81, Kejari Bireuen Santuni Anak Yatim
Penyaluran Dana Jadup Korban Banjir Menunggu Antrian Kemensos RI

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 18:03 WIB

PGRI Komit Kawal Kasus Hukum Muhardi

Sabtu, 5 September 2026 - 13:49 WIB

Revitalisasi SMK Kesehatan Muhammadiyah Sudah 80 Persen

Jumat, 4 September 2026 - 18:43 WIB

29.635 KK Belum Terima Bantuan, Pemkab Bireuen Perpanjang Transisi Darurat ke Pemulihan Bencana

Jumat, 4 September 2026 - 18:41 WIB

Dihadiri Danrem, Kesbangpol Bireuen Gelar Apel Kebangsaan

Kamis, 3 September 2026 - 15:06 WIB

Polres Bireuen Gelar Apel Pencegahan dan Penanganan Karhutla

Berita Terbaru

pgri-komit-kawal-kasus-hukum-muhardi

NANGGROE

PGRI Komit Kawal Kasus Hukum Muhardi

Sabtu, 5 Sep 2026 - 18:03 WIB

NANGGROE

Revitalisasi SMK Kesehatan Muhammadiyah Sudah 80 Persen

Sabtu, 5 Sep 2026 - 13:49 WIB

Danrem 011/Lilawangsa, Brigjen TNI Ali Imran bersama pejabat Forkopimda dan ratusan peserta hadiri Apel Kebangsaan di Aula Setdakab Lama, Jumat (4/9) pagi.

NANGGROE

Dihadiri Danrem, Kesbangpol Bireuen Gelar Apel Kebangsaan

Jumat, 4 Sep 2026 - 18:41 WIB