PPK Dituding Sikat Uang Makan KPPS

- Admin

Rabu, 29 Mei 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LHOKSUKON|METRO ACEH-Meskipun pemilu telah berlalu, namun skandal penggelapan miliaran rupiah anggaran pesta demokrasi itu, masih tetap jadi misteri yang belum terungkap. Berbagai indikasi penyimpangan aliran dana oleh PPK, seolah tak terjamah hukum walau jumlahnya cukup fantastis “menguap” ke saku para penyelenggara pemilu tingkat kecamatan tersebut, di Aceh Utara maupun beberapa wilayah lain di Aceh.

Berbagai dugaan penyelewengan dana pemilu, seperti yang pernah dilansir media ini beberapa waktu lalu di Kecamatan Baktiya, Aceh Utara dengan bermacam ketimpangan pengelolaan anggaran pemilu. Diantaranya, indikasi penyunatan puluhan juta dana ATK PPS, pemotongan dana rekrutmen KPPS, dana Gerakan Melindungi Hak Pilih (GMHP) yang tak pernah disalurkan, dan anggaran beberapa kegiatan lainnya ditengarai berkubang korupsi.

Belum lagi persoalan tersebut tuntas, kini kembali mencuat kasus pemotongan uang makan KPPS di kecamatan itu. Seperti diungkap oleh sejumlah Ketua PPS kepada Metro Aceh, Rabu (29/5). Mereka mengaku kecewa atas sikap tamak PPK Baktiya, yang menggerogoti hak penyelenggara pemilu di wilayah itu.

“Selain dana ATK PPS yang diembat dan dana rekruitmen KPPS disunat. Belakangan diketahui, puluhan juta rupiah uang makan KPPS juga disikat oknum PPK Baktiya,” sebut seorang ketua PPS yang minta tak ditulis nama.

Dia menuturkan, uang makan dan ATK KPPS pada hari pencoblosan berjumlah 1.377.000 ribu, namun semua PPS hanya menerima Rp 400 ribu per TPS. Sisanya, Rp 900 ribu lebih dituding ludes dilahap oknum PPK Baktiya.

Sumber PPS tersebut menandaskan, PPK juga memotong dana pembuatan TPS, yang seharusnya Rp 1,6 juta tapi hanya disalurkan Rp 1,2 juta,”Saat pembagian uang konsumsi KPPS dan pembuatan TPS, seharusnya total Rp 2,9 juta namun direalisasi hanya Rp 1,6 juta. Sedangkan Rp 1,3 juta jatah per TPS tak jelas rimbanya, kami menduga itu ulah oknum PPK Baktiya,” ungkapnya.

Selain itu, ada lagi biaya transportasi bagi KPPS ke PPK/PPS, sebesar Rp 102 ribu per TPS untuk dua orang, juga tak pernah disalurkan bagi sasaran penerima,”Kami kecewa karena hak kawan-kawan sebagai ujung tombak penyelenggara pemilu ini, dipermainkan sesuka hati oknum PPK” tukas sumber itu seraya mendesak pihak penegak hukum menindaklanjuti kasus ini.

Ketua PPK Baktiya, Saiful yang dihubungi via selulernya, Rabu (29/5) guna dikonfirmasi terkait tudingan itu, belum dapat terhubung. Meski berulangkali dicoba, untuk memberi hak jawab tetapi tidak menjawab telepon. Bahkan, kendati disampaikan melalui pesan WhatsApp, namun yang bersangkutan tak membuka komunikasi melalui aplikasi ini. (Bahrul)

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel www.metroaceh.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRK Bireuen Tanggapi Kasus Guru MIN 53
Bupati Sidak Pasar Induk, Benar Harga Kebutuhan Pokok Naik
Bupati Groundbreaking Gedung Kantor Haji Bireuen
Bupati Mukhlis Lantik 34 Kepala UPTD TK, SD dan SMP
Wabup Serah Penghargaan Bagi Lima Badan Publik Kualifikasi Sangat Baik dan Baik
Wakil Ketua DPRA dan Atlit Terima Penghargaan dalam Peringatan Haornas di Bireuen
Siswa SMP Sukma Jadi Korban Bully Orang Tua Lapor Polisi
Polsek Peusangan Intensifkan Patroli dan Sosialisasi Cegah Karhutla

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 17:49 WIB

DPRK Bireuen Tanggapi Kasus Guru MIN 53

Selasa, 15 September 2026 - 16:41 WIB

Bupati Sidak Pasar Induk, Benar Harga Kebutuhan Pokok Naik

Selasa, 15 September 2026 - 12:49 WIB

Bupati Groundbreaking Gedung Kantor Haji Bireuen

Senin, 14 September 2026 - 16:26 WIB

Wabup Serah Penghargaan Bagi Lima Badan Publik Kualifikasi Sangat Baik dan Baik

Senin, 14 September 2026 - 16:24 WIB

Wakil Ketua DPRA dan Atlit Terima Penghargaan dalam Peringatan Haornas di Bireuen

Berita Terbaru

Komisi V DPRK Bireuen menggelar rapat bersama Forum Guru Bersatu, Selasa (15/9)

NANGGROE

DPRK Bireuen Tanggapi Kasus Guru MIN 53

Selasa, 15 Sep 2026 - 17:49 WIB

NANGGROE

Bupati Sidak Pasar Induk, Benar Harga Kebutuhan Pokok Naik

Selasa, 15 Sep 2026 - 16:41 WIB

PENDIDIKAN

Peringati Maulid, SMAN 2 Bireuen Santuni Puluhan Anak Yatim

Selasa, 15 Sep 2026 - 16:40 WIB

Bupati Bireuen, Ir H Mukhlis ST melakukan ground breaking gedung kantor haji dan umrah Bireuen, Selasa (15/9)

NANGGROE

Bupati Groundbreaking Gedung Kantor Haji Bireuen

Selasa, 15 Sep 2026 - 12:49 WIB