Petambak Alue Baye Utang Olah Tambak Tertimbun Lumpur Banjir Jadi Sawah

- Administrator

Selasa, 9 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penyuluh Perikanan DPKP Bireuen, Fandi Sulasa dan pemilik memperlihatkan tambak sudah dialih fungsi jadi sawah, di Gampong Alue Bayeu Utang, Kecamatan Jangka, Selasa (9/6) pagi.

Penyuluh Perikanan DPKP Bireuen, Fandi Sulasa dan pemilik memperlihatkan tambak sudah dialih fungsi jadi sawah, di Gampong Alue Bayeu Utang, Kecamatan Jangka, Selasa (9/6) pagi.

BIREUEN | METRO ACEH – Inovasi dilakukan petani tambak di Gampong Alue Bayeu Utang, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, patut ditiru. Mereka tidak tinggal diam. Melihat areal tambak telah dangkal tertimbun lumpur banjir, diolah jadi sawah sehingga lahan rusak itu, bisa kembali produktif sebagai sumber mata pencarian untuk memenuhi biaya hidup keluarga dan pendidikan anak-anaknya.

Penyuluh Perikanan Dinas Pangan, Kelautan dan Perikanan (DPKP) Bireuen, Fandi Sulasa, SP kepada Metro Aceh, Selasa (9/6) pagi menjelaskan, sekitar 5 s.d 10 hektare areal tambak rusak parah tertimbun lumpur banjir di Gampong Alue Bayeu Utang, saat ini telah beralih fungsi jadi sawah bahkan padi ditanam sudah dipanen warga.

Selain itu juga lahan tambak yang baru direncanakan akan dijadikan sawah juga sekitar 30 hektare berada di Gampong Alue Kuta dan Alue Bayeu Utang, jelasnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Disampaikan juga peralihan fungsi tambak menjadi sawah salah satu faktor dikarenakan terlambatnya penanganan atau rehabilitasi tambak rusak ekses banjir oleh pemerintah.

Tebalnya endapan lumpur yang menimbun areal tambak tidak mungkin ditangani mandiri oleh petani tambak karena butuh dana besar sehingga dilakukan upaya lain dijadikan sawah oleh pemiliknya.

Selain itu sumber pengairan air laut ke tambak juga terkendala karena saluran juga tertimbun lumpur. “Di Kecamatan Jangka awalnya ada 11 kuala/muara, pasca banjir menjadi 19 Kuala tersebar di sejumlah gampong dipesisir pantai,” ungkapnya.

Dampak terbukanya Kuala baru itu selain merusak tambak, saat air pasang purnama luapan air laut masuk pemukiman warga seperti di Gampong Alue Kuta sehingga butuh penanganan serius dari pemerintah, ungkap Fandi Sulasa.

Dengan beralih fungsi lahan tambah menjadi sawah, kepada pemerintah agar membantu petani terutama ketersediaan air dan juga sarana pendukung lainnya serta pembinaan dalam budidaya padi, sehingga hasil panen bisa lebih maksimal lagi. harapnya.

Kami Nyaman Jadi Sawah

Muda Balia (51) pemilik tambak yang pertama sekali menanam padi di areal tambak tertimbun lumpur kepada Metro Aceh saat ditemui dilokasi menyampaikan, tidak lama pasca terjadi banjir melihat tambak seluas 7 rante dan sedalam 1.5 meter sudah dangkal tertimbun lumpur.

Kemudian ia beriniatif mencoba menanam padi dan membeli satu sak benih padi unggul di Kutablang. Lalu dia tanam dengan sumber air hujan dan air tambak disekitar. Tanam padi tumbuh, hasil tidak maksimal karena serangan hama.

“Saat panen target hasil 4 gunca setelah dibersihkan dengan mesin perontok, panen yang bagus hanya 1 gunca karena banyak padi kosong,” ungkapnya seraya mengatakan melihat dia menanam padi kemudian diikuti oleh petani tambak lainnya.

Mantan Keuchik Alue Bayeu Utang itu mengatakan kalau dia sudah merasa nyaman tambak itu dijadikan sawah saja karena lahan sawahnya di Gampong Cot Ara sudah sudah rusak berat tertimbun lumpur banjir.

Kami harapkan kepada Pemkab Bireuen untuk menormalisasi saluran air disekitar tambak warga dan menyediakan aliran air dari sungai di Kuala Ceurape berjarak 1 km ke timur lokasi, pinta Muda Balia.

Harapan senada juga dikatakan oleh Azhari (51) sudah genap 100 hari seluas 45 rante tambak miliknya tertimbun lumpur telah dialih fungsi menjadi sawah dan tinggal menunggu panen.

Saat ini saya sudah merasa nyaman tambak menjadi sawah tinggal dilengkapi sumber air dan jika sudah ada sumber air lebih luas lagi tambak dijadikan sawah oleh warga.

“Saat pertama tanam tidak saya olah tanah tinggal tanam saja, benih padi umur 12 hari saya taman saat hari meugang kecil hari raya Idul Fitri 2026,” ujarnya.

Terkait dengan penggunaan pupuk, kata Azhari. Tetap juga digunakan tetapi tidak banyak yaitu pupuk urea 2 kg saat tabur benih padi. Setelah tanam pakai pupuk ZA 7 kg, NPK 15 kg, NPK Mutiara 3 kg, bibit garam 20 kg ini untuk masamkan tanah.

Begitu juga untuk membasmi hama menggunakan cara alami yakni saat padi diserang hama penggerek batang di semprot pakai air tembakau. Membasmi walang sanggit, dia pakai air dicampur Autan anti nyamuk secukupnya, dan hasilnya padi tumbuh subur dan bulir padi tumbuh banyak dan lebat, kisahnya. (Rahmat Hidayat).

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kantor Camat Peusangan Sumbang Darah 55 Kantong ke UPD
SGB Jembatan Baru Kutablang Sore Ini Sampai ke Pilar Tengah
Genjot PAD, Dishub Survei Lahan Parkir 17 Kecamatan
KONI Bireuen Pelatihan Tata Kelola Keuangan dan Pelaporan
Pemgab Meunasah Capa Sumbang 23 Kantong Darah
Jumat Berkah Satlantas Bagi Nasi Kotak Buah Ojek dan Tukang Becak
Pawai Karnaval Budaya Semarak HUT RI di Gelar 18 Agustus
Program KKMT Umuslim di Pante Lhong Berakhir

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 17:27 WIB

Kantor Camat Peusangan Sumbang Darah 55 Kantong ke UPD

Senin, 27 Juli 2026 - 17:26 WIB

SGB Jembatan Baru Kutablang Sore Ini Sampai ke Pilar Tengah

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:51 WIB

Genjot PAD, Dishub Survei Lahan Parkir 17 Kecamatan

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:43 WIB

KONI Bireuen Pelatihan Tata Kelola Keuangan dan Pelaporan

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:41 WIB

Jumat Berkah Satlantas Bagi Nasi Kotak Buah Ojek dan Tukang Becak

Berita Terbaru

Petugas UPD RSUD dr Fauziah lagi melayani pendonor darah dalam Bus UTD di kantor Camat Peusangan, Senin (27/7) pagi.

NANGGROE

Kantor Camat Peusangan Sumbang Darah 55 Kantong ke UPD

Senin, 27 Jul 2026 - 17:27 WIB

Asisten BMN BPJN) Aceh Satker Wilayah I, Fachruddin melihat SGB 57 meter sudah dipasang ke arah tengah jembatan baru Krueng Tingkeum Kutablang Bireuen, Senin (27/7) pagi.

NANGGROE

SGB Jembatan Baru Kutablang Sore Ini Sampai ke Pilar Tengah

Senin, 27 Jul 2026 - 17:26 WIB

Petugas Dinas Perhubungan Bireuen survei lokasi lahan parkir diseputaran pusat Kota Bireuen.

NANGGROE

Genjot PAD, Dishub Survei Lahan Parkir 17 Kecamatan

Minggu, 26 Jul 2026 - 18:51 WIB

Wakil Rektor I UNIKI Bireuen, Dr Mai Simahatie, SE.,MM melepas keberangkatan mahasiswa ikuti PEKSIMIDA Aceh XVII Tahun 2026, di kampus UNIKI, Sabtu (25/7) pagi.

PENDIDIKAN

UNIKI Lepas Mahasiswa Ikuti PEKSIMIDA Aceh XVII

Minggu, 26 Jul 2026 - 18:50 WIB

NANGGROE

KONI Bireuen Pelatihan Tata Kelola Keuangan dan Pelaporan

Jumat, 24 Jul 2026 - 19:43 WIB