BIREUEN|METRO ACEH – Guna memperingati Hari Jadi ke-27, Pemkab Bireuen mematangkan kesiapan untuk melaksanakan ragam kegiatan yang dibahas dalam rapat koordinasi pematangan acara, di Oproom Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bireuen, Jumat (25/9).
Ketua panitia pelaksana HUT ke-27 Bireuen juga Kadis PUPR Bireuen, Fadli Amir disela-sela rapat itu menyampaikan bahwa berbeda dari tahun sebelumnya, peringatan hari jadi pada tahun 2026 ini dirancang berlangsung lebih sederhana dan sarat makna keprihatinan.
Dikarenakan duka mendalam masih menyelimuti masyarakat Bireuen pascamusibah bencana banjir bandang dahsyat yang melanda pada akhir 2025 lalu, di mana hingga kini belum seluruh warga terdampak pulih sepenuhnya.
“Tahun ini peringatan HUT Bireuen kita laksanakan lebih sederhana daripada tahun lalu, karena masyarakat kita masih dalam suasana berduka akibat musibah banjir bandang pada akhir tahun lalu. Belum semua masyarakat benar-benar pulih dari musibah itu,” ungkap Fadli Amir dengan penuh prihatin.
Oleh karena itu, lanjut Fadli, pemerintah daerah mengusung tema agamis “Bireuen Berselawat” sebagai wujud refleksi spiritual, memohon keselamatan, sekaligus memantik kembali ketegaran warga pascabencana.
“Sesuai arahan Bapak Bupati Mukhlis esensi HUT ke-27 ini adalah penguatan doa bersama, kebersamaan, dan kebangkitan ekonomi warga. Kita tidak ingin perayaan berlebihan, melainkan rangkaian acara menyentuh langsung denyut pemulihan masyarakat, membangkitkan UMKM di tingkat gampong hingga kecamatan,” imbuhnya.
Fadli membeberkan, titik puncak peringatan ditandai Upacara Peringatan HUT Kabupaten Bireuen pada 12 Oktober 2026 di Lapangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Cot Gapu yang diproyeksikan dihadiri sekitar 3.000 tamu undangan.
“Upacara ini akan mengundang jajaran Forkopimda, pejabat daerah, para alim ulama, tokoh pendiri kabupaten, aparatur gampong, korps ASN, hingga perwakilan masyarakat luas. Kehadiran bersama ini menjadi simbol solidaritas dan keteguhan kita untuk bangkit bersama,” jelasnya.
Meski digelar lebih bersahaja, panitia tetap menghadirkan sejumlah agenda positif yang berorientasi pada hiburan rakyat, syiar Islam, dan pelestarian adat.
Selaras dengan tema “Bireuen Berselawat”, lantunan doa dan puji-pujian akan menggema lewat penampilan marawis, hadrah, serta ceramah agama untuk mengetuk pintu rahmat.
Guna menghidupkan kearifan lokal yang sarat petuah moral melalui Festival Meurukon Tingkat Kecamatan serta tradisi khas Festival Toet Beude Trieng (meriam bambu).
Guna untuk menggeliatkan sendi perekonomian warga yang terdampak bencana dilakukan lewat Pameran Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kecamatan dan Festival Kuliner Tradisional.
Guna menjaga kebugaran dan kebersamaan masyarakat digelar kegiatan jalan santai serta kompetisi olahraga rakyat Sepak Bola Piala Bupati Tingkat Kecamatan.
Fadli Amir mengajak seluruh elemen daerah untuk meresapi pesan moral semboyan Kabupaten Bireuen: “Gemilang Datang Padamu, Bila Tekad Kukuh Berpadu”.
“Musibah banjir telah menguji ketabahan kita. Mari kita jadikan momentum hari jadi ke-27 untuk saling menguatkan, merapatkan barisan, memanjatkan selawat demi kemakmuran serta keselamatan Bireuen tercinta ke depan,” pungkasnya. (Rahmat Hidayat)






