BIREUEN|METRO ACEH – Guna memperkuat tata kelola pemerintahan gampong pascabanjir. Pemkab Bireuen melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong, Perempuan dan Keluarga Berencana (DPMG-PKB) turun ke gampong untuk melakukan monitoring dan pembinaan administrasi di Kecamatan Gandapura, Rabu (7/10).
Monitoring didampingi staf PMG Julianis, SAP dilakukan ke empat gampong secara random yaitu Gampong Paloh Kaye Kunyet, Lhok Mambang, Ujong Bayu dan Tanjong Bungong.
Keterangan diperoleh Metro Aceh, di Lhok Mambang acara digelar di kantor Keuchik, dan di Gampong Paloh Kaye Kunyet berlangsung di Meunasah karena belum memiliki gedung kantor keuchik.
Kunjungan DPMG-PKB bukan sekadar melihat pelaksanaan kegiatan, tetapi lebih menitikberatkan pada pembinaan administrasi, tata kelola keuangan, pembagian tugas perangkat gampong serta penguatan pertanggungjawaban penggunaan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Gampong (ADG).
Kasi Bina Keuangan Gampong DPMG-PKB Bireuen, Fauzi, SE kepada wartawan dilokasi mengatakan bahwa hal yang dilihat adalah pertanggung jawaban administrasi, bukan fisik atau kegiatan yang sudah berlangsung.
Monitoring ini merupakan bagian dari silaturahmi sekaligus pembinaan untuk melihat sejauh mana administrasi pemerintahan gampong telah berjalan sesuai ketentuan.
Pelaksana pembinaan Kemukiman dan Gampong DPMG-PKB Bireuen, Munawar,
menegaskan, kegiatan ini bukan pemeriksaan mendetail, melainkan upaya memberikan pemahaman kepada keuchik dan perangkat agar mampu menjalankan tugas sesuai dengan aturan.
Keuchik dan para pihak di Gampong diminta dapat memahami tupoksi dan tertib administrasi. Dalam pembinaan tersebut, tim DPMG-PKB memberikan penekanan khusus terhadap penggunaan Siskeudes sebagai instrumen pengelolaan keuangan gampong.
Munawar mengingatkan setiap penarikan dana harus didukung dokumen lengkap, termasuk Surat Permintaan Pembayaran (SPP) dan pencatatan dalam Buku Kas Umum (BKU).
“SPP setiap penarikan wajib ada. Keuchik harus memberikan perhatian kepada bendahara. BKU juga wajib ada sehingga keuchik dapat mengetahui seluruh aliran dana dan berapa anggaran yang masih tersedia di rekening gampong,” jelasnya.
Tim juga mengingatkan kepada operator tidak mengabaikan pencatatan BKU saat melakukan input dalam aplikasi Siskeudes. “Jangan sampai BKU terlewati saat diinput dalam Siskeudes,” pesan Munawar.
Selain itu, Rencana Anggaran Biaya (RAB) harus disiapkan sesuai kewenangan kaur dan kasi. Kelengkapan RAB dinilai sangat membantu operator dalam menyelesaikan proses administrasi pada aplikasi Siskeudes.
Tim DPMG-PKB juga mengingatkan pentingnya Buku Pembantu Kegiatan, dokumen perencanaan, RAB serta seluruh dokumen pendukung kegiatan. Setiap kasi, kaur dan operator memiliki tupoksi berbeda sehingga masing-masing harus bertanggung jawab terhadap dokumen administrasi sesuai bidangnya.
Sementara itu, Keuchik Lhok Mambang, M Kansil, menyampaikan bahwa selama menjalankan tugasnya terdapat kebutuhan masyarakat yang terkadang harus ditangani di luar prosedur rutin.
Namun, ia mengakui seluruh hal tersebut tetap perlu dicatat dan ditertibkan secara administrasi, terutama oleh Sekretaris Gampong maupun perangkat terkait.
“Selama menjadi keuchik, ada hal-hal yang dilakukan di luar prosedur karena menjadi kebutuhan masyarakat. Tetapi saya meminta para pihak agar semua tetap dicatat, terutama Sekdes. Jangan sampai ada penarikan oleh pihak kasi atau lainnya tanpa SPP,” kata M Kamsil.
Sementara itu, Camat Gandapura Birul Walidin, S.STP., M.Ec.Dev kepada wartawan menyampaikan apresiasi kepada DPMG-PKB Bireuen yang sudah turun langsung memberikan pembinaan.
Menurutnya, kegiatan sangat penting dikarenakan sejumlah gampong yang menjadi sasaran monitoring memiliki keuchik baru, dan beberapa perangkat atau kasi juga baru sehingga membutuhkan pemahaman yang sama mengenai tata kelola pemerintahan dan keuangan gampong.
“Terima kasih DPMG-PKB Kabupaten Bireuen yang telah melakukan pembinaan. Apalagi gampong yang dipilih rata-rata keuchiknya baru, tentu ada kasi maupun perangkat juga baru. Ini sangat membantu mereka memahami tugas dan tanggung jawabnya,” ujar Camat.
Camat juga turut memastikan, gampong yang belum mendapat monitoring dari tim kabupaten akan dilanjutkan pembinaannya oleh Kasi PMG Kecamatan Gandapura, sebutnya. (Rahmat Hidayat)






