ACEHUTARA|METRO ACEH – Dosen Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Bireuen, Muhammad, SPd.,MPd., mendorong guru SMP Negeri 7 Sawang, Kabupaten Aceh Utara, mengoptimalkan pemanfaatan media digital sebagai sumber belajar di tengah pesatnya perkembangan teknologi pendidikan.
Penegasan itu disampaikan oleh Muhammad Dosen UNIKI dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang berlangsung di SMP Negeri 7 Sawang, Senin (28/9).
Menurutnya, kegiatan ini bagian dari rangkaian pelatihan peningkatan kapasitas guru yang dilaksanakan mulai hari Senin-Rabu (28-30/9).
Dalam paparannya, dosen UNIKI itu mengajak para guru melihat perkembangan teknologi sebagai peluang untuk memperluas sumber belajar.
Guru saat ini tidak lagi hanya bergantung pada buku teks dan bahan ajar konvensional.
Tetapi dapat memanfaatkan beragam platform digital untuk memperoleh referensi, mengembangkan materi, serta menghadirkan pembelajaran yang lebih variatif.
Perubahan teknologi yang berlangsung cepat perlu diikuti dengan kemampuan guru untuk terus belajar dan beradaptasi. Terlebih, peserta didik saat ini tumbuh dalam lingkungan yang sangat dekat dengan perangkat dan informasi digital.
Karena itu, kompetensi digital guru tidak cukup hanya dimaknai sebagai kemampuan mengoperasikan aplikasi. Guru juga perlu mampu menyeleksi informasi, menentukan media yang sesuai, serta memastikan teknologi yang digunakan benar-benar mendukung tujuan pembelajaran.
Berbagai perangkat digital juga dapat membantu guru dalam menyiapkan bahan ajar dan untuk menyelesaikan sejumlah pekerjaan administrasi pembelajaran secara lebih efektif dan efisien.
Dengan demikian, pemanfaatan teknologi diharapkan dapat memberikan ruang lebih besar bagi guru untuk berkonsentrasi pada proses pembelajaran dan pendampingan peserta didik.
“Teknologi bukan untuk menggantikan guru. Guru tetap memegang peran utama dalam menentukan tujuan, memilih materi, memahami kebutuhan peserta didik, dan membangun interaksi dalam pembelajaran. Teknologi hadir membantu pekerjaan itu menjadi lebih efektif,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa banyaknya aplikasi dan platform digital tersedia, tidak berarti semuanya harus digunakan. Ketepatan memilih teknologi jauh lebih penting dibandingkan sekadar mengikuti tren aplikasi terbaru.
“Tidak semua aplikasi harus kita kuasai. Yang terpenting apakah teknologi itu memberi manfaat. Jika mampu membantu guru bekerja lebih efektif dan memudahkan peserta didik dalam memperoleh serta memahami sumber belajar, maka teknologi itu sudah memiliki nilai bagi pembelajaran,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah SMPN 7 Bidang Humas,
Ida Laila, S.Ag menyambut positif kehadiran dosen UNIKI dan kegiatan tersebut menjadi kunjungan perdana ke sekolah ini.
“Kami menyambut baik kehadiran dosen UNIKI di SMP Negeri 7 Sawang. Ini merupakan kunjungan perdana dari UNIKI ke sekolah kami. Semoga ke depan ada lagi kegiatan serupa yang dapat membantu para guru untuk terus meningkatkan kompetensi dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi saat ini,” ujarnya.
Pihak sekolah berharap kolaborasi dengan perguruan tinggi supaya dapat terus dikembangkan, terutama melalui kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi peningkatan kompetensi guru dan kualitas pembelajaran.
Keterangan diperoleh Metro Aceh, setelah penguatan pemanfaatan media digital sebagai sumber belajar. Juga dilanjutkan materi berbasis neurosains oleh Desy Sary Ayunda, MPd Dosen Universitas Malikussaleh, serta sesi praktik pemanfaatan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) digital, Canva, Claude AI bersama Agusri, S.Kom.
Kegiatan itu diharapkan menjadi awal kolaborasi yang lebih luas antara perguruan tinggi dan sekolah dalam meningkatkan kompetensi guru sekaligus merespons perkembangan teknologi dalam dunia pendidikan. (Rahmat Hidayat)






