BIREUEN|METRO ACEH-Sejumlah rumah rusak akibat banjir bandang yang melanda Kecamatan Peudada 26 November 2025, diminta dapat diverifikasi ulah oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), agar data korban terdampak sesuai dan akurat, sehingga masyarakat yang berhak menerima bantuan pemerintah lebih jelas.
Harapan itu disampaikan oleh Camat Peudada, Erry Seprinaldi SSTP S.Sos MSi ditanyai Metro Aceh terkait jumlah rumah terdampak banjir bandang dan tanah longsor atau hidrometereologi akhir November 2025.
Dijelaskan, secara keseluruhan jumlah rusak rusak berat dan hilang, rusak ringan dan rusak sedang total 2.609 dan sebagiannya telah dilakukan proses verifikasi oleh tim Enumerator.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Verifikasi tahap pertama dilakukan oleh tim Enumerator berjumlah 596 unit rumah dan dari jumlah itu 193 rumah rusak ringan (RR), 106 rumah Rusak Sedang (RS), 46 rumah Rusak Berat (RB), satu rumah hilang, serta 250 rumah Tidak Memenuhi Kriteria (TMK), rincinya.
Setelah dilakukan verifikasi beberapa masyarakat yang tidak menerima hasilnya sehingga di masa sanggah tiga hari masyarakat memanfaatkan waktu menyanggah hasilnya karena ada rumah yang rusak berat.
Tiba-tiba berubah jadi rusak ringan, ada rumah rusak sedang jadi tidak memenuhi syarat dikarenakan tim Enumerator baru turun ke gampong setelah beberapa hari bencana terjadi sehingga rumah-rumah masyarakat itu ada yang sudah dibersihkan.
Bagi rumah korban banjir yang hilang dan rusak berat telah diverifikasi dan tidak ada sanggahan dari informasi hari Jumat (6/3) siang ada turun tim dari BNPB melakukan pertemuan di gampong terkait teknis pembangunan rumah Hunian Tetap (Huntap).
Terkait proses sekarang ini, kata Camat Peudada untuk sangahan sudah sampai ke BPBD dan kami lagi menunggu tahapan selanjutnya dari tingkat Kabupaten Bireuen. “Kita berharap segera turun tim melakukan verifikasi ulang semua bukan tahap satu saja tapi ada empat tahap,” ungkap Camat Erry Seprinaldi. (Rahmat Hidayat)






