BIREUEN|METRO ACEH – Guna melakukan penguatan lintas program dan lintas sektor, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bireuen, menggelar pertemuan dan Lauching Integrasi Layanan Primer (ILP) oleh Bupati Bireuen, Ir H Mukhlis, ST, di Aula Hotel Bireuen Jaya.
Kepala Dinas Kesehatan Bireuen dr Irwan dalam laporannya mengatakan, kegiatan ini digelar selama tiga hari mulai dari Rabu-Jumat (14-16/10). Sistem pelayanan kesehatan terintegrasi ini merupakan sistem baru dari Kementerian Kesehatan untuk memperbaiki pelayanan di Puskesmas, puskesmas pembantu, hingga tingkat desa dan Posyandu.
Kalau sebelumnya sistem pelayanan berdasarkan penyakit, tetapi dengan sistem baru ini sistem pelayanan kesehatan sistem siklus hidup dari dalam kandungan sampai usia lanjut dan mengutamakan sistem promotif dan preventif untuk menekan angka kesakitan di Kabupaten Bireuen.
Adapun tujuan kegiatan ini yaitu meningkatkan pemahaman bersama terkait kebijakan dan pelindungan sistem pelayanan terintegrasi. Memperkuat komitmen bersama dalam mendukung penerapan sistem pelayanan yang baru.
Meningkatkan koordinasi lintas sektor mulai Dinas Kesehatan, Puskesmas, pihak kecamatan, hingga tingkat perangkat desa. Memastikan pelayanan kesehatan primer semakin mudah diakses masyarakat.
Kegiatan ini diikuti 101 peserta dari Puskesmas dan para penanggung jawab klaster di masing-masing Puskesmas. Agenda utamanya peluncuran (launching) sistem pelayanan kesehatan terintegrasi di Kabupaten Bireuen, terangnya.
Sementara itu, Bupati Bireuen, Ir H Mukhlis, ST dalam kegiatan turut dihadiri oleh Wakil Bupati, Ir H Razuardi, MT, para asisten serta peserta lintas sektor antara lain menyampaikan.
Kesehatan merupakan investasi terbaik untuk membangun masa depan bangsa. Melalui pilar pertama Transformasi Sistem Kesehatan yang diamanatkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, hari ini kita mengambil langkah nyata melalui penerapan Integrasi Layanan Primer (ILP).
ILP ini bukan sekadar program baru, melainkan sebuah perubahan paradigma pelayanan kesehatan. Jika selama ini pelayanan kesehatan cenderung berdasarkan penyakit. Melalui ILP, pelayanan akan difokuskan pada siklus hidup manusia mulai dari masa kehamilan, balita, remaja, dewasa, hingga lansia.
Tujuan utama dari integrasi ini adalah memastikan layanan kesehatan dasar berkualitas dapat diakses secara lebih cepat, tepat, dekat, dan ramah oleh seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Bireuen tanpa terkecuali, ungkapnya.
Dalam hal ini, Pemkab Bireuen sangat berkomitmen penuh dalam menyukseskan program ini. “Penguatan pelayanan kesehatan di tingkat dasar akan kita lakukan secara berjenjang dan terintegrasi melalui penguatan peran Puskesmas, Pustu hingga Posyandu di setiap gampong,” ujarnya.
Bupati juga memberi apresiasi
beberapa gampong di Bireuen, seperti Posyandu ILP di Meunasah Dayah, Kecamatan Peusangan, yang telah sukses menjalankan dan mendapatkan perhatian positif langsung dari tim penilai Kemenkes RI.
“Keberhasilan seperti ini harus kita replikasi dan jadikan acuan bagi gampong-gampong lain di wilayah Kabupaten Bireuen,” harap Bupati.
Menurutnya, keberhasilan ILP ini tidak akan tercapai tanpa ada kolaborasi dan sinergi dari kita semua. “Mari kita satukan tekad dan langkah demi mewujudkan masyarakat Kabupaten Bireuen yang sehat, mandiri, dan berkeadilan,” pungkasnya. (Rahmat Hidayat).






