BIREUEN|METRO ACEH – Guna melanjutkan estafet ulama. Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Bireuen, menggelar Pendidikan Kader Ulama (PKU) berlangsung dari tanggal 14 s.d 22 Oktober 2026 di Hotel Bireuen Jaya.
Ketua Panitia pelaksana Said Jamaluddin, SE menjelaskan, kegiatan ini diikuti 37 peserta merupakan perwakilan dari dayah-dayah dan kecamatan dan telah lulus tahap seleksi administrasi dan kualifikasi.
Tujuannya untuk meningkatkan pemahaman dan kedalaman ilmu-ilmu-ilmu keislaman bagi calon ulama muda. Menguatkan peran dan kapasitas kader ulama dalam merespons berbagai persoalan keumatan terkini. Mempererat ukhuwah Islamiyah antar santri/peserta.
Narasumber terdiri dari para ulama, dan pimpinan dayah senior Kabupaten Bireuen, pengurus MPU, dan MPU Aceh, akademisi dan praktisi hukum islam, jelasnya.
Ketua MPU Bireuen, Tgk Saifuddin Muhammad, SHI.,MH dalam khutbah Iftitah antara lain mengatakan MPU memandang kegiatan pendidikan kader ulama ini sangat strategis.
Pelatihan ini bukan sekedar pelatihan rutin formalitas, melainkan sebuah ikhtiar berkelanjutan untuk menyiapkan estafet kepemimpinan umat di Kabupaten Bireuen Kota Santri.
Kepada peserta, kalian adalah orang pilihan yang mendapat amanah dan kesempatan berharga ini. Selama pelatihan ini manfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya.
Guna mendalami ilmu keislaman baik bidang hukum fiqh, usul fiqh, faraidh, ilmu hadis maupun wawasan kebangsaan dan problematika kontemporer, harapkan Tgk Saifuddin juga Imum Syiek Masjid Agung Sultan Jeumpa.
Sementara itu, Bupati Bireuen, Ir H Mukhlis, ST dalam kegiatan dihadiri Wakil Bupati dan pejabat terkait itu mengatakan bahwa tujuan Kader Ulama ini sangat jelas yaitu melanjutkan estafet keulamaan.
“Kita butuh ulama yang tidak hanya paham kitab kuning, tapi juga paham tantangan zaman narkoba, judi online, kenakalan remaja, dan dekadensi moral,” ujarnya.
“Saya berharap, adik-adik Kader Ulama menjadi garda terdepan dalam penegakan syariat Islam yang rahmatan lil’alamin, yang sejuk, yang mendidik, bukan yang menakut-nakuti,” tuturnya.
Selalu itu kepada para peserta juga agar mengikuti pendidikan ini dengan sungguh-sungguh, dengan hati, dengan ikhlas. Jadilah ulama yang dekat dengan umat. Pemkab Bireuen berkomitmen mendukung penuh program ini, baik dari sisi anggaran maupun kebijakan.
“Kita ingin setiap kebijakan lahir dari kebutuhan nyata masyarakat, didukung oleh pemikiran para ulama kita,” ungkap Bupati Mukhlis. (Rahmat Hidayat)






