Aset PT KAI di Bireuen Segera Dibangun Pertokoan

- Administrator

Rabu, 17 Oktober 2018

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah wartawan dari berbagai media massa di Bireuen, saat konferensi pers bersama H Jamaluddin terkait rencana pembangunan pertokoan di lahan eks PT PJKA oleh pengusaha itu, di Optimum Cafe, Rabu (17/10)

BIREUEN|METRO ACEH-Lokasi lahan eks PT Perusahaan Jasa Kereta Api (PJKA) di Bireuen, yang merupakan aset PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) Persero rencananya segera dibangun komplek pertokoan.

Demikian diungkapkan H Jamaluddin kepada wartawan, saat menggelar temu pers di Optimum Cafe, Rabu (17/10) sore. Dia mengaku, dirinya kini sedang membangun komplek pertokoan di lahan eks PT PJKA, atau di lokasi bekas pasar pagi Kota Bireuen.

Menurutnya, terkait persoalan IMB dia telah melakukan pengurusan sejak 2007 silam, atau satu paket dengan IMB pada kawasan pertokoan yang sudah berdiri sejak beberapa tahun lalu, di sisi ruas jalan T. Hamzah Bendahara Kota Bireuen, atau tepat di depan lapangan tenis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepada awak media saat temu pers itu, H Jamal mengaku IMB yang dikantongi tidak kedaluwarsa, karena dulu belum dibangun akibat kawasan itu ditempati oleh PKL.

Dijelaskannya, status penggunaan lahan ini, sesuai kontrak dengan pihak PT KAI dan sudah memiliki Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) yang dikeluarkan oleh BPN.

“Sesuai kontrak dengan PT KAI, kami memiliki hak atas lahan itu mulai dari arah timur hingga barat. Karena dulu masih ada pedagang, maka pekerjaan tidak kami lanjutkan. Namun, sekarang akan dibangun lagi,” jelas H Jamal.

Jika komplek pertokoan ini nanti sudah terbangun, menurutnya wajah kota akan lebih indah dan rapi dengan adanya fasilitas bangunan megah di tengah kota. Saat ditanyai harga sewa lahan, dia menolak menyebutkan besarnya jumlah kompensasi yang diberikan kepada pihak PT KAI, sehingga mendapat hak menggunakan aset kereta api yang telah berusia puluhan tahun itu.

Sebelumnya, sejumlah kalangan di Kota Bireuen dikabarkan menyatakan kecewa terhadap tindakan pencaplokan aset BUMN ini, untuk dikomersilkan oleh oknum pengusaha tersebut. Pasalnya, investasi itu tidak memberi dampak bagi kepentingan masyarakat luas.

“Kami minta DPR RI membentuk kembali Pansus, untuk mengungkap misteri aset PT KAI di Bireuen yang dikomersilkan oleh pejabat BUMN itu. Karena hanya memberi keuntungan bagi pengusaha semata,” ungkap sumber Metro Aceh di Bireuen. (MA 01)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Beasiswa Santri Berprestasi Diluncurkan
Koalisi Muda DemRes Kutuk Oknum PPK
Tanggul Jebol Pasokan Air Bersih Terganggu
Mutasi Amburadul, Pj Bupati Tak Bergeming
Mutasi Amburadul, ASN Bireuen Lapor Ombudsman
Mutasi Pejabat Dinilai Cacat Administrasi, Sekdakab Bireuen Bungkam
Pj Bupati : Pelantikan Kadis Pertanian Sesuai Prosedur
Mendagri Didesak Copot Pj Bupati Bireuen

Berita Terkait

Senin, 19 Februari 2024 - 18:59 WIB

Beasiswa Santri Berprestasi Diluncurkan

Sabtu, 10 Februari 2024 - 17:13 WIB

Koalisi Muda DemRes Kutuk Oknum PPK

Sabtu, 27 Januari 2024 - 14:57 WIB

Tanggul Jebol Pasokan Air Bersih Terganggu

Jumat, 26 Januari 2024 - 18:59 WIB

Mutasi Amburadul, Pj Bupati Tak Bergeming

Selasa, 16 Januari 2024 - 00:55 WIB

Mutasi Amburadul, ASN Bireuen Lapor Ombudsman

Kamis, 11 Januari 2024 - 18:49 WIB

Mutasi Pejabat Dinilai Cacat Administrasi, Sekdakab Bireuen Bungkam

Rabu, 10 Januari 2024 - 22:43 WIB

Pj Bupati : Pelantikan Kadis Pertanian Sesuai Prosedur

Rabu, 10 Januari 2024 - 18:11 WIB

Mendagri Didesak Copot Pj Bupati Bireuen

Berita Terbaru

Tim Hotman 911 melaporkan Cut Bul ke SPKT Polda Aceh, Rabu (21/2)

HUKUM & KRIMINAL

Hotman 911 Laporkan Cut Bul ke Polda Aceh

Rabu, 21 Feb 2024 - 21:15 WIB

NANGGROE

Beasiswa Santri Berprestasi Diluncurkan

Senin, 19 Feb 2024 - 18:59 WIB

POLITIK

Syahrizal Caleg PKS Dipastikan Lolos

Senin, 19 Feb 2024 - 15:45 WIB

Muhammad Arif  (Koalisi Muda DemRes)

NANGGROE

Koalisi Muda DemRes Kutuk Oknum PPK

Sabtu, 10 Feb 2024 - 17:13 WIB