BIREUEN|METRO ACEH – Lima excavator yang dipinjam pakai Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk Kabupaten Bireuen, telah diserahkan Bupati Ir H Mukhlis, ST, menangani banjir di Gampong Pante Karya, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng dan Rheum Barat, Kecamatan Simpang Mamplm, Jumat (16/10).
Amatan Metro Aceh, penyerahan alat berat ke Gampong Pante Karya tersebut didampingi Sekretaris BPBD Bireuen, Fauzan, SPd.,MPd, Kabid Sumber Daya Air pada PUPR Bireuen, Ir Maimun, Camat Afrizal, Keuchik Pante Karya Hasdairin bersama perangkat gampong.
Sekretaris BPBD Bireuen, Fauzan kepada Metro Aceh mengatakan, empat unit alat berat jenis excavator khusus diserahkan ke Gampong Pante Karya untuk penanganan ekses banjir.
Alat berat itu terdiri dari dua unit excavator Long Am dan dua unit PC 200 akan digunakan untuk menormalisasi sampah dan sentimen lumpur di bendung irigasi Mon Seuke Pulot dan tanggul sungai telah rusak, jelasnya.
Sedangkan satu unit excavator PC 200 diserahkan ke Gampong Rheum Barat, Kecamatan Simpang Mamplam yang akan digunakan untuk menormalisasi saluran pembuangan mengatasi banjir kelingkungan penduduk, jelasnya.
Sementara itu, Bupati Mukhlis dalam arahannya dilokasi mengharapkan kepada petugas dari Sumber Daya Air dan BPBD dan pihak gampong, mencatat jadwal pekerjaan dengan akurat.
Selain itu juga melakukan pengawasan untuk nantinya dapat dilaporkan Bupati kepada pemerintah pusat mulai proses penanganan dari awal hingga selesai nantinya.
Guna penanganan banjir, proses normalisasi endapan lumpur dimulai dari bendung irigasi Mon Seuke Pulot dan ke arah aliran sungai sekaligus juga dilakukan peninggian bantaran sungai dengan sendimen yang ada tersebut.
Dalam pertemuan dilokasi di atas tanggul irigasi Mon Seuke Pulot dan pada bagian tanggul batu rusak diterjang banjir. Bupati Bireuen menegaskan kepada Keuchik Pante Karya dan dinas terkait untuk dapat melarang pengambilan batu gajah dalam aliran Krueng Meuh di Pante Karya.
Menurutnya, keberadaan batu gajah di dalam sungai itu sangat penting karena dapat berfungsi sebagai peredam energi seperti saat banjir, batu gajah itu yang menahan air sehingga tenaga air jadi melemah.
“Dengan ditahan batu gajah, aliran air turun dari pegunungan yang ditahan oleh batu gajah itu sampai ke pemukiman tidak lagi kencang, tetapi yang terjadi saat ini aliran air mengalir deras seperti peluru merusak tanggul dan meluap ke pemukiman masyarakat,” ungkapnya.
Kata Bupati, penegasan ini perlu disampaikan karena kondisi sungai atau Krueng Meuh sudah parah dan sudah berulang kali terjadi banjir kepemukiman masyarakat Pante Karya, tanggul sebelumnya rusak diterjang banjir sudah diperbaiki kembali rusak diterjang air bah.
“Saya berharap semoga hal ini dapat diindahkan karena resiko yang ditimbulkan itu sangat berbahaya bagi keselamatan masyarakat Pante Karya,” ungkap Bupati Mukhlis.
Keuchik Pante Karya Hasdairin mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Dalam Negeri dan Pemkab Bireuen yang telah mengerahkan empat alat berat untuk penanganan banjir yang sudah empat kali terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
Dengan adanya excavator ini diharapkan aliran sungai yang telah dangkal dan tanggul batu dipinggir sungai telah rusak diterjang banjir beberapa hari lalu dapat segera tertangani, ucapnya.
Amatan Metro Aceh dalam kunjungan itu, Bupati Mukhlis dan rombongan, juga turut melihat satu unit rumah semi permanen rusak akibat luapan air bah ke pemukiman warga.
Rumah rusak dinding samping dan terancam ambruk itu milik Tuah Ali (38) yang ditempatinya bersama istrinya Nurhayati (31) dan dua anaknya Nadifa Aulia Balqis (7) dan Jihan Talita Ulfa (2). “Kami berharap ditangani segera karena samping rumah kami bertambah parah terkikis banjir malam kemarin,” ujar Nurhayati. (Rahmat Hidayat)






