BIREUEN|METRO ACEH – Menteri Sosial (Mensos) Republik Indonesia, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) juga turut ambil bagian untuk menyampaikan HUT ke-27 Kabupaten Bireuen dan mengapresiasi kinerja Bupati beserta jajarannya dalam menyusun pembangunan yang terukur dan terpadu.
Apresiasi tersebut disampaikan Menteri Sosial secara dalam jaringan (daring) dalam acara Tablik Akbar menghadirkan penceramah Dr Habib Ali Zainal Abidin Al Kaff, Lc.,ME sekaligus closing kegiatan HUT Bireuen yang berlangsung di halaman Masjid Agung Sultan Jeumpa, Senin (12/10) malam.
Menteri Sosial Gus Ipul dalam sambutannya menyampaikan bahwa Bireuen dikenal sebagai tanah para ulama dan pusat tumbuhnya keberanian, keimanan, serta semangat persaudaraan lintas generasi.
Bireuen dikenal sebagai Kota Juang, sebuah nama yang mengandung pesan mendalam bahwa sebesar apapun ujian datang, rakyat Bireuen tidak pernah kehilangan semangat untuk bangkit.
“Saya mengapresiasi Bupati Bireuen beserta seluruh jajaran, telah bekerja keras menyusun satu langkah pembangunan yang terukur, terpadu dan berkelanjutan,” ujarnya.
Disampaikan juga selama masa bencana akhir tahun 2025 lalu. Bupati serta jajaran telah menunjukkan satu kinerja yang baik dalam menghadirkan data yang akurat sekaligus serta berusaha untuk memberikan perlindungan dan jaminan sosial, juga rehabilitasi sosial, dan jug pemberdayaan sosial.
“Sukses terus untuk Kabupaten Bireuen. Gemilang Datang Padamu Bila Tekad Kukuh Berpadu. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan keberpihakan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Bireuen. Bireuen Bershalawat, Bireuen Bangkit, Bireuen Sejahtera,” tutur Menteri Sosial Gus Ipul.
Sementara itu, Bupati Bireuen, Ir H Mukhlis, ST dalam sambutan antara lain mengucapkan selamat datang kepada Dr Habib Ali Zainal Abidin Al Kaff, Lc., M.E, yang telah meluangkan waktu berhadir ditengah-tengah kita bersama di Kabupaten yang kita cintai ini.
Tanggal 12 Oktober merupakan hari memiliki makna penting bagi kita semua. Pada tanggal tersebut, Kabupaten Bireuen memperingati hari jadinya yang ke-27.
“Di dalam perjalanan 27 tahun itu, telah banyak pembangunan kita saksikan, dan telah banyak perubahan terjadi, telah banyak pula putra-putri terbaik Bireuen memberikan tenaga, pikiran, pengabdiannya bagi daerah yang kita cintai ini,” ujarnya.
Menurutnya, HUT atau Milad Kabupaten Bireuen bukan sekadar perayaan bertambah usia daerah. Milad ini adalah momentum untuk bersyukur, melakukan refleksi, dan juga memperkuat tekad untuk melanjutkan pembangunan.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga memaparkan perjalanan pembangunan yang sedang kita jalankan. Sejak kami menerima amanah bersama Wakil Bupati Bireuen, Ir. H. Razuardi, M.T berkomitmen untuk melanjutkan pembangunan Bireuen dengan semangat kebersamaan dan pelayanan kepada masyarakat.
Pembangunan itu seperti di bidang keagamaan, Pemkab Bireuen terus memberikan perhatian terhadap penguatan kehidupan Islam di tengah masyarakat.
Dukungan kepada masjid, meunasah, imum syik, muazin dan bilal, dukungan terhadap pendidikan santri serta pembinaan dayah terus kita dorong.
Juga bidang pendidikan salah satu dengan ehadiran Sekolah Rakyat Terintegrasi. Juga pada bidang kesehatan, sosial, juga sektor pertanian dan ketahanan pangan, infrastruktur.
Kata Bupati, berbagai capaian yang telah kita raih tersebut tidak boleh dipandang sebagai keberhasilan Bupati dan Wakil Bupati semata.
“Ini adalah hasil kerja bersama. Ada kerja keras ASN, tenaga keseheatan, guru, petani, para keuchik, aparatur gampong, ulama, pimpinan dayah, pemuda, dunia usaha, organisasi masyarakat, seluruh rakyat Bireuen,” tuturnya.
Karena itu, pada momentum Milad ke-27 Kabupaten Bireuen ini, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat Bireuen.
Terima kasih atas doa, terima kasih atas dukungan, terima kasih atas kritik dan saran, serta terima kasih karena terus bersama-sama menjaga daerah yang kita cintai ini.
Kita juga harus menyadari bahwa perjalanan pembangunan Bireuen masih panjang. Masih ada kemiskinan yang harus kita tangani. Masih ada anak-anak membutuhkan akses pendidikan lebih baik.
Masih ada masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan, infrastruktur yang harus dibangun dan perbaiki, dan masih banyak persoalan sosial yang membutuhkan perhatian kita bersama.
“Karena itu, jangan sampai peringatan Milad ke-27 hanya menjadi seremoni. Mari kita jadikan momentum ini sebagai titik untuk memperbarui semangat pengabdian,” harap Bupati.
“Mari kita jadikan Milad ke-27 Kabupaten Bireuen dan semangat Bireuen Bershalawat sebagai momentum untuk memperkuat persaudaraan, meningkatkan keimanan dan bersama-sama membangun Bireuen yang maju, sejahtera, berakhlak dan bermartabat,” pesan Bupati Mukhlis. (Kbr)






