BIREUEN|METRO ACEH – Rangkaian perlombaan untuk menyemarakkan HUT ke-27 Kabupaten Bireuen, telah usai dengan penyerahan hadiah bagi juara dalam kegiatan malam apresiasi seni yang berlangsung di halaman Pendopo Bupati, Sabtu (10/10) malam.
Pentas seni digelar Pemkab Bireuen, menampilkan tarian kreasi perpaduan unsur tarian tradisional oleh dari Sanggar Meuligoe Jeumpa dan juga Cut Zuhra penyanyi dangdut dan Finalis/Top 6 ajang pencarian bakat Liga Dangdut Indonesia (LIDA) 2 ditayang di Indosiar.
Tidak saja memberi hiburan kepada masyarakat memadati pusat Kota Bireuen yang turut mengenjot ekonomi para pelaku UMKM disekitarnya. Momen itu menjadi panggung kehormatan bagi ibu Ketua TP-PKK, BKMT, DWP dari kabupaten tetangga seperti Lhokseumawe, Aceh Utara, Pidie Jaya, Aceh Tamiang dan Bireuen sendiri.
Amatan dan data yang langsung ditanyai Metro Aceh, kehadiran istri Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten/Kota tetangga itu turut menyerahkan hadiah bagi juara diumumkan pertama yaitu
lomba melukis tingkat SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA, dan tingkat mahasiswa.
Secara bergantian diserahkan awal oleh Asisten II Setdakab Bireuen, Mawardi, S.STP.,MSi, kemudian jenjang selanjutnya oleh Ketua TP-PKK Aceh Utara, Musliana Ismail, dan Ketua PD-BKMT Aceh Utara, Junidar Tarmizi.
Selanjutnya oleh Ketua BKMT Lhokseumawe Sakinah Husaini dan Ketua BKMT Pidie Jaya, Eva Julianti. Ketua DWP Aceh Utara Widya Arini, Ketua DWP Aceh Tamiang, Sri Astuti serta Ketua DWP Bireuen, Lili Mulyadi.
Sedangkan untuk juara lomba lainya diserahkan oleh Bupati Bireuen, Ir H Mukhlis, ST dan Ketua TP-PKK Sadriah Mukhlis, Wakil Bupati, Ir H Razuardi, MT dan Ketua BKMT Hiryani Daud, para Forkopimda, Asisten serta kepala dinas terkait.
Ketua TP-PKK Bireuen, Sadriah Mukhlis dalam sambutannya mengatakan. Sebagai Ketua Sanggar Meuligoe Jeumpa telah melaksanakan berbagai lomba mulai lomba mewarnai tingkat TK, dan melukis tingkat SD/MI, SMP/MTs/SMA/SMK/MA dan mahasiswa.
Juga lomba tari tradisi dan salah satu yang harus dilestarikan yaitu tari ratoh buruk dan ini salah satu tari tradisi Kabupaten Bireuen agar tidak tergerus kemajuan zaman.
Begitu juga lomba Toet Budee Trieng harus dilestarikan dan telah digelar DKA dan Disdikbud berlangsung, Sabtu (10/10) siang dilapangan Paya Kareung yang diinisiasi Bupati Mukhlis, adalah permainan tradisional rakyat di masa lalu, anak-anak sekarang awam melihat atau mendengar suara meriam bambu tersebut.
Juga ada lomba bola voli putri diikuti instansi di Pemkab Bireuen yang diikuti dengan penuh semangat oleh ibu-ibu. Juga ada acara suson ranup dan ini juga perlu dilestarikan, ujar Sadriah memberi apresiasi dan terima kasih bagi seluruh panitia, juga dinas terkait.
“Beragam kegiatan digelar oleh Sanggar Meuligoe Jeumpa ini tujuannya agar kita sama-sama bisa mengingat budaya kita, dan tahun 2025 salah satu festival sangat berguna bagi Bireuen yaitu festival cipta lagu Mars Kabupaten Bireuen, dan ini menjadi lagu Mars yang kita nyanyikan pada setiap acara resmi Kabupaten Bireuen,” jelas Ketua TP-PKK.
Disampaikan juga bahwa untuk tahun depan direncanakan akan diselenggarakan Festival Ratoeh Jaroe bagi seluruh masyarakat dan lembaga pendidikan, ungkap istri Bupati Bireuen.
Sementara itu, Bupati Bireuen, Ir H Mukhlis, ST dalam sambutan mengatakan, rangkaian lomba telah dilaksanakan dan berjalan sukses, meriah, lancar. “Atas nama Pemkab Bireuen, saya menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia penyelenggara,” ujarnya.
Juga terima kasih bagi seluruh peserta atas partisipasi dan kesiapan yang luar biasa dalam mengikuti berbagai cabang perlombaan. Semangat juang, sportivitas, antusiasme yang bapak, Ibu, dan anak-anak tunjukkan telah menjadi nyawa utama yang menghidupkan kemeriahan HUT Kabupaten Bireuen tahun ini.
Kata Bupati, di setiap lomba tentu ada yang keluar sebagai juara, dan ada pula yang belum beruntung. Kepada para peserta yang telah berhasil meraih juara, saya ucapkan selamat dan agar pertahankan prestasi yang telah diraih.
Jadikan ini sebagai motivasi untuk terus berkarya dan berprestasi di masa-masa mendatang. Bagi peserta belum berhasil meraih kemenangan, agar tidak berkecil hati. Ini hanyalah sebuah perlombaan biasa.
Hal jauh lebih penting dari sekadar piala atau predikat juara adalah ajang silaturahmi yang terjalin di antara kita semua. Melalui momentum HUT ke-27 ini, kita dapat mempererat kebersamaan, kekeluargaan, persaudaraan antar masyarakat Kabupaten Bireuen.
Menang dan kalah adalah hal yang biasa, tetapi persatuan dan kebersamaan kita adalah kemenangan yang sejati bagi seluruh masyarakat Bireuen, pungkasnya. (Rahmat Hidayat)
Bupati Bireuen, Ir H Mukhlis, ST dan Ketua TP-PKK Sadriah Mukhlis serah hadiah kepada juara Meurukon HUT ke-27 Kabupaten Bireuen, dihalaman Pendopo Bupati, Sabtu (10/10) malam.






