BIREUEN|METRO ACEH – 11 keanggotaan Majelis Pendidikan Aceh (MPA) Periode 2026-2031 telah resmi menjabat setelah dilantik oleh Bupati Bireuen, Ir H Mukhlis, ST yang berlangsung, di Opprom Setdakab, Kamis (1/10) siang.
Kepala Sekretariat MPA Bireuen, Andri Saputra, S.STP yang membaca Surat Keputusan (SK) Bupati Bireuen terkait pengurus MPA yaitu Ketua dijabat Dr Diana, MA dan sepuluh lainnya menjabat sejumlah jabatan dan sebagai anggota komisi.
Adalah Dr Dhiauddin, M Usdami, SE.,MM, Salman, ST, Syafruddin Daud, SPd, Hanapiah, SPd.,MAP, Ibrahim Harun, SPd, Saiful Ma’ali, ST, Yusri, S.Sos.,MSi, Syafie M Isa, SPd, Abdul Manaf Isda, SAg
Bupati Bireuen, Ir H Mukhlis, ST dalam sambutannya antara lain mengatakan atas nama Pemkab Bireuen, saya menyampaikan selamat kepada seluruh anggota MPA yang hari ini dilantik.
Pelantikan ini bukan sekadar pergantian atau pengisian sebuah kepengurusan. Lebih dari itu, ini adalah amanah untuk ikut menentukan arah dan masa depan pendidikan di Kabupaten Bireuen.
Bireuen memiliki sejarah panjang sebagai daerah yang kuat dalam tradisi pendidikan, keislaman dan pengembangan sumber daya manusia.
Karena itu, pembangunan pendidikan tidak boleh hanya berbicara tentang angka, gedung dan sarana prasarana, tetapi juga harus berbicara tentang karakter, akhlak, kualitas guru, masa depan generasi muda dan kemampuan kita menjawab perubahan zaman.
“Saya berharap MPA Kabupaten Bireuen periode 2026–2031 dapat menjalankan perannya secara objektif, konstruktif dan visioner,” ungkapnya.
Selain itu juga mengharapkan hubungan antara Pemerintah Daerah, Dinas Pendidikan, MPA, sekolah, dayah, perguruan tinggi, dunia usaha, masyarakat dapat dibangun dalam semangat kemitraan dan kolaborasi, bukan berjalan sendiri-sendiri.
“Kita ingin setiap kebijakan pendidikan lahir dari kebutuhan nyata masyarakat, didukung data yang kuat, memberikan manfaat langsung bagi peserta didik,” sebutnya.
Saya juga berharap MPA dapat memberikan perhatian terhadap berbagai persoalan pendidikan yang masih kita hadapi, seperti peningkatan mutu pendidikan, pemerataan akses pendidikan, anak putus sekolah.
Penguatan pendidikan karakter dan Al-Qur’an, peningkatan kualitas pendidik, tantangan generasi muda di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial.
“Kita tidak ingin hanya mencetak anak-anak yang pintar secara akademik. Kita ingin melahirkan generasi Bireuen yang cerdas, berkarakter, berakhlak, mandiri, memiliki daya saing dan tetap memiliki jati diri ke-Aceh-an serta nilai-nilai keislaman,” harap Bupati Mukhlis.
Selanjutnya Bupati juga berpesan kepada seluruh anggota MPA yang baru dilantik, jadikan jabatan ini sebagai ruang pengabdian, bukan sekadar posisi.
Jadikan perbedaan pandangan sebagai kekuatan untuk melahirkan gagasan yang lebih baik, dan adikan kepentingan pendidikan serta masa depan anak-anak Bireuen sebagai kepentingan utama, tuturnya.
Pemkab Bireuen terbuka terhadap kritik, masukan dan rekomendasi yang konstruktif. Kita membutuhkan mitra yang berani menyampaikan apa yang benar, sekaligus mampu menawarkan solusi.
“Saya percaya, apabila Pemda, MPA dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan dapat bekerja dalam satu semangat. Kita akan mampu membangun sistem pendidikan Bireuen yang semakin baik,” pungkasnya. (Rahmat Hidayat).






