BIREUEN|METRO ACEH-Berbagai pencapaian program pembangunan daerah yang sukses diraih Pemerintah Kabupaten Bireuen selama setahun terakhir, merupakan bentuk capaian dedikasi sosok Bupati yang dinilai berkinerja baik, gigih, tegas, responsif serta berpihak terhadap kepentingan rakyat.
Hal itu, disampaikan Wakil Ketua Fraksi PKS PPP DPRK Bireuen, Yusriadi SH saat ditemui awak media ini, Selasa (30/9). Menurutnya, seluruh wakil rakyat yang tergabung dalam Fraksi ini, memberi apresiasi tinggi terhadap kepemimpinan H Mukhlis ST selaku Bupati Bireuen, atas semua langkah dan terobosan selama memimpin pemerintahan daerah sejak 18 Februari 2025 lalu.
Yusriadi menyebutkan, penilaian objektif itu berdasarkan lima pencapaian fundamental yang patut dicatat sebagai prestasi aparatur pemerintahan saat ini, dibawah komando Bupati dalam menyahuti kebutuhan rakyat.
Diantaranya, Pemerintahan Kabupaten Bireuen tercatat paling cepat tangani banjir Bandang 26 November 2025. Menuru Fraksi PKS PPP, penanganan banjir bandang yang melanda Bireuen pada 26 November 2025 yang tercepat di Aceh.
“Saat daerah lain masih melakukan proses pendataan, Bireuen sudah bergerak untuk melakukan evakuasi, penyaluran logistik, alat berat diturunkan secara cepat, pemulihan layanan publik langsung berjalan. Ini bukti pemimpin yang hadir ketika rakyat susah dan butuh bantuan, Bireuen menjadi kabupaten pertama yang paling cepat dalam menangani bencana banjir,” ujar Yusriadi didampingi Sekretaris Fraksi PKS PPP, Athailah M Saleh
Lalu, Qanun Penyertaan Modal PDAM Krueng Peusangan Akhirnya Lahir Setelah Puluhan Tahun. Yusriadi menyebut lahirnya Qanun Daerah tentang Penyertaan Modal pada Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Krueng Peusangan telah mengukir sejarah baru, setelah puluhan tahun tak pernah berhasil diqanunkan untuk kunci memperkuat modal, disamping dalam upaya memperluas jaringan air bersih bagi masyarakat.
“Ini adalah satu-satunya Qanun penyertaan modal Perumdam yang berhasil lahir dan ditetapkan menjadi Qanun Daerah Kabupaten Bireuen pada masa pemerintahan Bupati H. Mukhlis ST,” jelasnya.
Selanjut, Qanun TJSLP disahkan, merupakan bukti nyata kepedulian untuk fakir miskin dan anak yatim. Capaian ketiga yang diapresiasi adalah disahkannyaQanun tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP). Menurut politisi PKS itu, hal ini tak semata Qanun biasa, melainkan bukti nyata kepedulian Bupati terhadap rakyat miskin dan anak yatim.
“Selama ini CSR perusahaan tidak jelas arahnya. Dengan Qanun TJSLP yang lahir dan disahkan di masa Bupati Mukhlis, sekarang ada kewajiban hukum bagi perusahaan untuk berbagi keuntungan bagi fakir miskin, anak yatim dan pembangunan gampong. Ini kebijakan yang sangat islami dan berkeadilan. Kami di Fraksi PKS sangat mendukung,” tegasnya.
Kemudian, aset daerah kembali berkat kepiawaian Bupati. Keberhasilan merebut kembali aset tanah milik Pemkab Bireuen secara aturan, bukti kegigihan perjuangan H Mukhlis dalam lobi politik hingga ke tingkat nasional. Tanah seluas hampir 2 hektar di pusat kota itu, kini resmi diserahkan kembali kepada Pemda Bireuen untuk dimanfaatkan sebagai perluasan Rumah Sakit Umum Daerah dr. Fauziah Bireuen.
“Ini bukan perkara mudah. Butuh keberanian, komunikasi yang baik dengan TNI dan visi yang jelas. Alhamdulillah berkat kegigihan dan kepiawaian kepemimpinan Saudara Mukhlis, aset itu kembali. Manfaatnya sangat besar untuk perluasan RSUD dan peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat,” kata Yusriadi, SH.
Terakhir, pengesahan APBK Perubahan 2026 tepat waktu. Fraksi PKS mengapresiasi tepat waktunya pengesahan Qanun Daerah tentang APBK Perubahan Tahun Anggaran 2026.
“Ini menunjukkan eksekutif dan legislatif harmonis, perencanaan matang, dan tata kelola keuangan yang sehat. Pengesahan yang tepat waktu memastikan program untuk rakyat tidak terlambat. Banyak daerah lain terlambat, Bireuen justru menjadi contoh,” pungkas Yusriadi yang dikenal sebagai politisi muda kenyang pengalaman ini.
Dia berharap, sinergi positif antara Bupati dan DPRK Bireuen terus terjaga demi percepatan pembangunan Bireuen yang bermartabat dan sejahtera. (Rahmat Hidayat)






