BIREUEN|METRO ACEH – Guna meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bireuen, menggelar Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi Bencana, dibuka oleh Sekda, Ismunandar, Aula Hotel Bireuen Jaya, Selasa (29/9) pagi.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bireuen, Ir Marwan, ST.,MT dalam laporannya mengatakan, kegiatan ini diikuti 42 peserta perwakilan gampong dari 17 kecamatan.
Adapun maksud dan tujuan dari kegiatan ini untuk memberikan informasi, sosialisasi, simulasi terkait dengan potensi bencana yang ada diwilayah Pemkab Bireuen kepada peserta.
Pelatihan ini berlangsung dua sesi pertama pemaparan materi oleh lima narasumber secara panel, dan sesi ke dua usai ishoma dilaksanakan simulasi penanganan bencana dalam menghadapi bencana alam yang dipandu tim simulator dari TRC/Pudalops dan pemadam kebakaran BPBD Bireuen.
Hasil yang diharapkan melalui pelatihan ini yaitu memberikan informasi kebencanaan dan simulasi sehingga masyarakat akan lebih siap dan tangguh dalam menghadapi bencana alam, jelasnya.
Sementara itu, Sekda Bireuen, Ismunandar yang diwakili Asisten Setdakab, Mawardi, S.STP.,MSi dalam sambutannya saat membuka pelatihan itu antara lain mengatakan bahwa.
Berbicara kejadian bencana yang tidak kita inginkan kadang-kadang ditanggapi negatif oleh beberapa pihak. Namun, kita perlu mewaspadai segala bentuk kejadian bencana yang mungkin terjadi karena bencana selalu terjadi secara tiba-tiba dan tidak dapat diduga.
“Oleh karena itu, kesiapsiagaan dalam mengantisipasi bencana sangat penting agar kita mampu melakukan tindakan untuk mengurangi risiko ketika terjadi bencana,” ujarnya.
Kabupaten Bireuen merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Aceh yang mempunyai potensi cukup tinggi terhadap berbagai macam bencana alam maupun non-alam.
Beberapa bencana yang sering terjadi di Kabupaten Bireuen antara lain, banjir, tanah longsor,
puting beliung, abrasi pantai, pergerakan tanah atau likuifaksi, gempa bumi.
Kebakaran juga masih sangat tinggi. Tercatat jumlah kejadian tahun 2025 ada 224 kejadian, dan tahun ini kondisi sampai tanggal 29 September 2026 sudah terjadi 113 kejadian.
Dengan beragamnya potensi bencana serta ada peningkatan signifikan terhadap kejadian kebakaran, diperlukan kontribusi dari berbagai pihak baik dari Pemda maupun gampong, serta kolaborasi dari lembaga/organisasi non-pemerintah.
Khususnya saat pra-bencana atau saat tidak terjadi bencana, agar masyarakat siap dan tangguh dalam menghadapi bencana. Pelatihan digelar ini merupakan salah satu kegiatan yang harus dilaksanakan oleh pemerintah tiap tahunnya guna memberikan informasi, edukasi, simulasi kepada masyarakat.
Khususnya berada di daerah rawan bencana tentang potensi bencana sesuai karakteristik masing-masing wilayah dan apa yang harus disiapkan atau dilakukan saat akan terjadi bencana, terangnya.
“Saya berharap penanggulangan bencana tidak hanya menjadi kewajiban pemkab Bireuen saja, tetapi menjadi kewajiban dan tugas semua, baik kecamatan, gampong, sinergisitas dengan pihak swasta dan masyarakat,” harap Sekda. (Rahmat Hidayat)






