BIREUEN|METRO ACEH – Guna melaksanakan penanganan lanjutan pasca bencana Hidrometeorologi. Wakil Bupati Bireuen, Ir H Razuardi, MT membuka kegiatan Launching dan Penguatan Revitalisasi Posyandu yang digelar Dompet Dhuafa Aceh, di Aula Dinkes, Rabu (23/9) pagi.
Kepala Wilayah Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa Aceh, Arfan Ramadhan ditanyai Metro Aceh mengatakan bahwa kegiatan utama merevitalisasi Posyandu di Bireuen. Juga membagikan 20 paket anthropometric kit untuk desa-desa/masyarakat yang membutuhkan di Bireuen, juga pembinaan kader dan masyarakat guna meningkatkan derajat kesehatan agar mandiri dan berdaya.
Disampaikan juga selain telah melakukan tanggap darurat saat bencana, program pelayanan dan pemberdayaan kesehatan pasca bencana dilakukan dilima kabupaten terdampak yaitu diPidie Jaya sudah dilaksanakan.
Dilanjutkan hari ini di Bireuen, besok Kamis (24/9) di Aceh Tamiang, dilanjutkan ke Aceh Utara, Aceh Tengah. “Harapan kami ke depannya akan ada penambahan terkait alat-alat kesehatan khususnya di Posyandu yang akan kita lakukan,” jelasnya.
Bupati Bireuen, Ir H Mukhlis, ST dalam sambutan tertulis dibaca Wakil Bupati, Ir H Razuardi, MT mengatakan. Pemkab Bireuen menyambut baik dan menyampaikan apresiasi serta terima kasih LKC Dompet Dhuafa Aceh atas perhatian, kepedulian, dan kontribusinya membantu memperkuat kembali pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah terdampak bencana.
Menurutnya, revitalisasi Posyandu menjadi penting untuk memastikan pelayanan kesehatan masyarakat dapat kembali berjalan secara optimal sekaligus menjadi lebih kuat dan adaptif terhadap risiko bencana di masa mendatang.
Upaya ini bukan sekadar melengkapi sarana dan prasarana, melainkan juga memperkuat kapasitas kader dan tenaga kesehatan, meningkatkan kualitas pengukuran serta pencatatan, memastikan hasil pemantanan menjadi dasar edukasi dan tindak lanjut bagi masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, Posyandu memiliki peran penting dalam mendukung kesehatan ibu dan anak (KIA), mulai dari pemantauan ibu hamil, bayi, balita, tumbuh kembang anak, hingga status gizinya.
Dukungan Antropometri Kit yang memadai dan dimanfaatkan dengan tepat jadi kunci utama pengukuran pertumbuhan anak yang akurat, sehingga edukasi bagi orang tua dapat diberikan secara tepat sasaran sesuai kebutuhan anak, sebutnya.
Dengan demikian, revitalisasi Posyandu diharapkan dapat menjadi bagian dari penguatan ekosistem pelayanan kesehatan masyarakat yang tidak hanya berfokus pada bayi dan balita, tapi juga mendukung kesehatan ibu, anak, remaja, dan kelompok usia lainnya sesuai kebutuhan wilayah, terang Wabup Razuardi. (Rahmat Hidayat)






