BIREUEN|METRO ACEH – Guna menyemarakkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Pemkab Bireuen juga turut menggelar Karnaval atau Pawai Budaya yang akan berlangsung dipusat ibu kota kabupaten berjulukan Kota Juang itu, Selasa (18/8) siang.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bireuen, Dr Muslim, MSi yang ditanyai Metro Aceh, Jumat (14/8) pagi menyampaikan bahwa sesuai jadwal, acara Karnaval berlangsung siang hari dengan start didepan SDN 21 Bireuen atau pintu samping Pendopo Bupati.
Sedangkan untuk rute dilalui peserta berbagai jenjang pendidikan itu tetap seperti tahun lalu yaitu lurus ke Alun-alun, Simpang Empat tembus jalan Bireuen-Takengon sampai di Simpang Cot Meurak belok kanan putar kembali ke dalam pusat kota dan finish di depan Pendopo jalan ke RSUD dr Fauziah, jelasnya.
Terkait dengan keikutsertaan peserta nanti, kata Kadisdikbud sesuai dengan ketentuan umum yaitu tema lomba adalah “Indonesia maju, Bireuen Berjaya, Baduya Terpelihara”.
Peserta pawai budaya atau
karnaval pelajar tingkat TK/RA, SD/MI, SLTP/MTs, SMA/SMK/MA, menampilkan kreativilas unggulan dari masing-masing regu, dilarang menampilkan gambar atau tulisan yang mengandung unsur SARA.
Ketentuan peserta pawai tingkat TK/RA terdiri dari maksimal dua unit mobil hias, jumlah peserta enam pasang pakaian adat, enam pasang pakaian profesi.
Peserta tingkat SD/MI terdiri dari maksimal dua unit sepeda hias, jumlah peseria enam pasang pakaian adat, sembilan pasang pakaian profesi, tiga pasang atau enam orang pakaian kreasi.
Selanjutnya peserta tingkat SLTP/MTs terdiri dari maksimal
dua unit becak hias, peserta enam pasang pakaian adat, sembilan pasang pakaian profesi, tiga pasang atau enam orang pakaian kreasi.
Juga bagi peserta pawai tingkat SMA/SMK/MA yaitu maksimal dua unit becak hias, peserta enam pasang pakaian adat, sembilan pasang pakaian profesi, tiga pasang atau enam orang pakaian kreasi, jelasnya.
Selain itu juga sebagai bukti ikut serta para peserta wajib untuk melakukan pendaftaran sebagai bukti keikutsertaanya. Seliap peserta akan diberi nomor tim dan tidak boleh hilang selama kegiatan berlangsung.
“Pada saat melewati panggung kehormatan tidak diperkenankan untuk berhenti atau melakukan atraksi apapun. Tidak dibolehkan membawa papan nama sekolah, spanduk atau atribut menampilkan nama sekolah,” terangnya.
Selain itu juga ukuran Papan slogan lebar 60 cm, maksimal tinggi 40 cm dan untuk satu sekolah maksimal lima pamilet. Pembawa bendera 1 orang dan papan nomor tim 1 orang di depan barisan dibawa peserta khusus diluar peserta kamaval, terang Dr Muslim.
Kadisdikbud mengimbau bagi peserta untuk hadir lebih cepat agar dapat masuk ke barisan sekolah masing-masing yang berkumpul dipinggir jalan depan maupun lapangan di belakang SMPN 1 Bireuen dan jalan disekitarnya. (Rahmat Hidayat)






