BIREUEN|METRO ACEH-Menanggapi video interaksi Wapres Gibran Rakabuming dengan sejumlah warga yangenimbulkan kehebohan di media sosial, saat Bupati Bireuen memberi penjelasan terkait penyaluran bantuan untuk penyintas banjir di sekitar jembatan Krueng Tingkeum, mendapat tanggapan serius dari pemerintah daerah.
Melalui Juru Bicara Pemkab Bireuen, Muhajir Juli Bupati menyampaikan apresiasi tinggi, atas kunjungan Wakil Presiden RI ini yang sudah meninjau sejumlah titik lokasi penanganan pascabencana di Bireuen. Mulai jembatan Krueng Tingkeum, UPTD SDN 7 Jangka dan jembatan Teupin Mane.
Menurutnya, saat berbincang dengan warga, Wapres ikut menyimak keluhan tentang bantuan bantuan yang belum diterima selaku korban banjir itu. Lantas, Bupati H Mukhlis memamparkan progres penyaluran bantuan bagi korban bencana hidrometeorologi Aceh dan Sumatera, sesuai ketentuan yang berlaku.
Muhajir menambahkan, selaku kepala daerah H Mukhlis mengucapkan terimakasih kepada warga, karena telah menyampaikan keluhan dan mengadu kepada Wapres, sehingga bisa mengetahui pasti penyaluran bantuan sesuai data hasil verifikasi, dari kementrian ataupun lembaga terkait.
“Berdasarkan hasil verifikasi tahap I yang dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB), melalui relawan yang dibentuk di tingkat lokal, terdapat 6.000 KK yang dinyatakan lulus verifikasi tahap I. akan tetapi, setelah melalui tahapan review di tingkat BNPB, dinyatakan lulus review 4.697 KK,” sebut Muhajir.
Lalu, sebanyak 1.313 KK dinyatakan datanya belum padan di data kependudukan dan catatan sipil (capil). Ditambah 703 KK yang harus relokasi, maka jumlah totalnya 1.788 KK. Kini data sisa hasil verifikasi tahap I plus relokasi, telah dikirimkan kembali ke BNPB.
Demikian juga untuk Dana Stimulan Perumahan (DTH). Dari data terakhir, dari 3.626 KK yang diusulkan, 2.646 diterima oleh BNPB dan telah dibuatkan rekening. 2.422 di antaranya telah disalurkan DTH. Terdapat 544 KK belum menerimanya. Data mereka telah dikirimkan kembali ke BNPB.
Pada tahap I, terdapat 2.954 rumah lulus verifikasi rusak ringan, 1.393 rusak sedang, dan 340 rusak berat. Secara bertahap stimulan perumahan telah dikirimkan kepada rekening penyintas.
Sesuai data terbaru, dana yang sudah ditransfer untuk kategori rusak ringan telah sesuai dengan data hasil verifikasi yaitu 2.954 unit, berjumlah Rp44.310.000.000. Masing-masing KK menerima Rp15 juta. Adapun realisasinya hingga saat ini 1.460 unit.
Untuk rusak sedang, yang sudah ditransfer untuk 1.393 (telah ditransfer seluruhnya) yaitu Rp41.790.000.000.Masing-masing menerima Rp30 juta. Adapun realisasinya saat ini telah mencapai 552 unit. Adapun kategori rusak berat dan relokasi, secara keseluruhan yang telah mendapatkan pembangunan yaitu 408 unit. Berdasarkan data terbaru, berikut rinciannya:
Ghufarindo (kontraktor) membangun 264 unit. Dengan rincian 24 unit telah selesai 100 persen, 10 unit 75 persen, 10 unit 50 persen, 27 unit 25 persen, dan 29 unit lima persen.Pembangunannya tersebar di berbagai kecamatan.
Riksa (kontraktor)membangun 31 unit untuk rumah relokasi di Dusun Bivak, Desa Krueng Simpo, Juli. Proses pembangunannya sedang berjalan.DT Peduli (lembaga nirlaba) membangun 45 unit di Desa Alue Kuta.
PT Takabeya Perkasa Group (CSR perusahaan) tujuh unit. Progress pembangunannya sedang berlangsung.
PT Blang Keutumba (CSR perusahaan) membangun 61 unit. 12 unit telah selesai.
“Adapun untuk bantuan jatah hidup, stimulan ekonomi, dan dana perabotan. Berdasarkan data yang dilaporkan Dinas Sosial Kabupaten Bireuen, progress penyaluran bantuan untuk tahap I terus berproses,” jelas Muhajir.
Pada tahap I, 4.859 KK telah menerima bantuan stimulan perekonomian, jatah hidup, dan dana perabotan. Masih terdapat 84 KK yang sedang dalam proses penyelesaian dan 703 KK relokasi yang sedang menunggu proses dari Kementerian Sosial Republik Indonesia.
Pada tahap I terdapat 45 ahli waris yang telah menerima santunan kematian, dan 13 ahli waris untuk tahap II. 19 korban luka berat juga telah mendapatkan santunan.
Dalam rangka memperjuangkan hak-hak korban bencana yang telah memenuhi syarat, Bupati Bireuen H. Mukhlis,S.T pada 17 Juni 2026, telah mengutus Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bireuen, Alfian, untuk menemui Direktur Perlindungan Korban Bencana Alam, Masryani Mansyur. Pertemuan tersebut dilakukan guna mengoordinasikan percepatan proses administrasi dan tindak lanjut penyaluran bantuan yang masih dalam proses.
Untuk hasil verifikasi tahap II yang dilakukan beberapa bulan lalu berjumlah 26 ribu lebih, namun setelah dilakukan pemadanan data di Disdukcapil, tersisa 20.593. Data yang sebelumnya double telah dibersihkan.
“Data hasil verifikasi tahap II yang telah dipadupadankan, saat ini sedang direview di Inspektorat Bireuen. Pemkab Bireuen yang dipimpin Bupati H. Mukhlis, tetap memiliki komitmen yang tinggi memperjuangkan hak-hak penyintas bencana hidrometeorologi di Kabupaten Bireuen. Tidak ada niat sedikitpun untuk mempermainkan para penyintas,” ungkapnya.
Pemerintah Kabupaten Bireuen melalui Dinas Sosial dan BPBD terus mengawal seluruh tahapan penyaluran bantuan dan membuka layanan pengaduan pada setiap hari kerja, untuk menerima laporan melalui Sentra Layanan terpadu, memberikan informasi, serta membantu masyarakat yang masih menghadapi kendala dalam proses penyaluran bantuan.
“Untuk dana bantuan yang menjadi hak para korban bencana ini, seluruhnya dikirim langsung ke penerima agar tepat sasaran, tanpa perantara Pemkab Bireuen,” tegas Muhajir Juli. (Bahrul)






