Semen Langka Harga Tembus Rp 100 Ribu Per Zak

- Admin

Kamis, 30 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar adalah ilsutrasi.

Gambar adalah ilsutrasi.

BIREUEN|METRO ACEH-Kelangkaan semen di Bireuen telah menimbulkan keresahan dan berdampak melambungnya harga material bangunan ini, dari semula Rp 63 ribu per zak kini tembus Rp 100 ribu. Kondisi tersebut, diduga akibat ulah para spekulan yang ingin meraup keuntungan berlipat ganda.

Sejumlah sumber kepada media ini, Kamis (29/7) menuturkan kenaikan harga semen, akibat dipicu kelangkaan dan stok terbatas namun kebutuhan meningkat tajam, terutama dikala proyek-proyek pemerintah baru mulai berjalan. Sehingga, menyebabkan spekulasi para pemasok semen di kawasan pesisir utara Provinsi Aceh yang ditengarai melakukan penimbunan, sehingga terjadi kelangkaan serta harga melambung tinggi.

“Kondisi ini sangat membebankan konsumen karena stok langka, harganya pun tak masuk akal lagi dari harga Rp 65 ribu kini mencapai Rp 100 ribu per zak. Kondisi itu jelas sangat mencekik masyarakat,” ungkap Muhammad (52) warga Bandar Bireuen, Kecamatan Kota Juang.

Parahnya tukas Muhammad, keadaan itu sampai kini belum mendapat respon dari pemerintah, maupun pihak-pihak berwenang, sehingga para spekulan terkesan leluasa mempermainkan harga semen.

Hal senada juga dikemukakan Helmi (47) warga Lhok Awe, Kecamatan Kota Juang. Dia mengaku, kenaikan harga semen patut diselidiki oleh pihak berwajib, agar diketahui pasti penyebab kelangkaan dan harga yang melambung tinggi ini.

“Kita berharap pihak kepolisian mengusut dan mengungkap misteri kelangkaan semen, yang memicu lonjakan harga yang tidak rasional ini,” ungkap Helmi.

Dia berharap, polisi benar-benar menjalankan tugas sebaik-baiknya, demi kepentingan masyarakat serta tidak “main mata” dengan pelaku, jika ditemukan ada penimbunan stok semen di Bireuen.

Mengutip keterangan beberapa media online, diketahui pihak produsen Semen Andalas tak pernah menaikkan harga, namun diakui jika saat ini sedang terjadi lonjakan permintaan disejumlah daerah di Aceh.

Menurut GM PT Solusi Bangun Andalas, R Adi Santosa, melonjaknya permintaan telah berdampak percepatan penyerapan stok di beberapa titik distribusi,”Perusahaan terus melakukan penyesuaian pasokan, agar kebutuhan terpenuhi,” jelasnya.

Dia mengaku, operasional pabrik masih terus berjalan normal dan pihaknya sedang fokus mengoptimalkan distribusi, agar kebutuhan pasar dapat kembali stabil. Pihaknya juga menegaskan, tidak mengubah harga jual dari pabrik. Namun, kenaikan harga di pengecer dipengaruhi berbagai faktor, dalam rantai distribusi yang diluar kewenangan pihak perusahaan. (Bahrul)

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel www.metroaceh.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

MGMP Sejarah Gelar Dialog Budaya Sebagai Narasumber di Gampong Pulo Iboeh Jangka
Pemerintah Bantu Rp 30 Milyar Perbaiki Jalan Lueng Danun Sampai Pante Karya Rusak
Satlantas Razia Knalpot Brong di Kota Bireuen
Bupati Serahkan Lima Excavator Mendagri Tangani Banjir di Pante Kaya dan Rheum Barat
Dua Mahasiswa UNIKI Raih Juara di MQMN UNP 2026
Setujui Permintaan Bupati Bireuen, Kemendagri Serahkan Lima Escavator Tangani Banjir
Jangka Juarai Turnamen Sepak Bola Piala Bupati Bireuen
10.064 Warga Bireuen Sudah Miliki Identitas Kependudukan Digital

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 17:22 WIB

MGMP Sejarah Gelar Dialog Budaya Sebagai Narasumber di Gampong Pulo Iboeh Jangka

Minggu, 18 Oktober 2026 - 17:20 WIB

Pemerintah Bantu Rp 30 Milyar Perbaiki Jalan Lueng Danun Sampai Pante Karya Rusak

Minggu, 18 Oktober 2026 - 17:19 WIB

Satlantas Razia Knalpot Brong di Kota Bireuen

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 02:10 WIB

Bupati Serahkan Lima Excavator Mendagri Tangani Banjir di Pante Kaya dan Rheum Barat

Kamis, 15 Oktober 2026 - 22:51 WIB

Setujui Permintaan Bupati Bireuen, Kemendagri Serahkan Lima Escavator Tangani Banjir

Berita Terbaru

NANGGROE

Satlantas Razia Knalpot Brong di Kota Bireuen

Minggu, 18 Okt 2026 - 17:19 WIB