BIREUEN|METRO ACEH-Banjir bandang sudah tujuh bulan berlalu dan menyisakan kerusakan bagi sumber mata pencarian masyarakat, salah satunya yaitu tambak ikan atau udang. Meskipun Menteri sudah melihat kondisi rill dilapangan. Namun untuk penanganan saat ini belum ada, masih menunggu skema dari pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Seperti dikatakan Murhaban Mantan Keuchik Pante Paku, kepada Metro Aceh, Minggu (7/6) pagi yang ditemui di objek wisata pantai Pante Paku mengatakan, tambak rusak ekses banjir di gampong itu dan sekitarnya sejauh ini masih rusak dan belum ada perbaikan.
Meskipun ada petambak yang menormalisasi endapan lumpur dan juga kerusakan pematang tambak sendiri secara manual, tetapi belum ada tambak yang berfungsi maksimal dan hampir semua masih terlantar, kondisi saluran air juga rusak karena tanggul patah diterjang banjir, sebutnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Dinas Pangan, Kelautan, dan Perikanan (DPKP) Bireuen, Ir M Jafar, MM ditanyai terkait dengan hal itu, Senin (8/6) pagi menjelaskan bahwa pasca banjir terjadi Selasa-Rabu 25 s.d 26 November 2025.
Kerusakan areal tambak telah di laporkan ke pemerintah Provinsi Aceh dan Pemerintah Pusat bahkan Menteri dan tim sudah turun ke tambak di Kabupaten Bireuen.
Kunjungan lapangan hari Jumat (9/1/2026) pagi langsung hadir
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Perdagangan Dr Budi Santoso, M.Si, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Dr Tb Haeru Rahayu, A.Pi. M.Sc serta pejabat terkait lainnya.
Lanjut Kepala DPKP Bireuen, kerusakan dampak banjir pada sektor perikanan sangat berat dan luas tambak rusak 4.943 hektare, infrastruktur pendukung lainnya juga rusak.
Kata M Jafar, untuk rehabilitasi tambak yang terdampak banjir itu masih menunggu kebijakan dan skema dari pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Dalam hal ini, pihaknya terus
berkoordinasi dengan Satgas yang ada di Banda Aceh untuk membantu sektor perikanan agar ekonomi petani tambak yang terpuruk bisa bangkit kembali nantinya.
Disampaikan juga informasi diperoleh akan ada bantuan alat berat untuk normalisasi tambak rusak di Kabupaten Bireuen, dan proses mendapatkan bantuan itu sedang berjalan.
Bantuan excavator itu harus ada
partisipasi dari petambak sebab bantuan akan diberikan hanya alat berat pinjaman untuk biaya operasional, lokasi menyimpan dan jika alat berat rusak tidak ditanggung.
“Kami masih berkoordinasi dengan dinas terkait di Banda Aceh dan berharap bantuan alat berat dapat segera didatangkan untuk hal lainnya kita berembuk dengan petambak,” sebutnya.
Adapun luas tambak rusak di Kabupaten Bireuen yaitu rusak berat sekali 311,99 hektare, rusak berat695,37 hektare, rusak sedang 1.321,02 hektare, rusak ringan 2.614,95 hektare. (Rahmat Hidayat).






