BIREUEN|METRO ACEH-Guna memperbaiki kembali jalur vital dari jembatan rangka baja Pante Lhong yang putus diterjang banjir akhir November 2025. Selesai hari raya Idul Fitri 1447 H akan dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Republik Indonesia.
Hal itu disampaikan Bupati Bireuen, H Mukhlis ST kepada Metro Aceh, terkait penanganan kerusakan infrastruktur pasca banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Bireuen usai penyerahan bantuan tunai kepada ahli waris korban bencana, di Pendopo Bupati, Sabtu (14/3).
H Mukhlis menjelaskan bahwa pada saat kunjungan Menteri Pekerjaan Umum RI Dody Hanggodo ke Bireuen beberapa waktu lalu, Pemkab Bireuen telah mengajukan usulan perbaikan sejumlah jembatan yang telah rusak putus akibat banjir disepanjang aliran Krueng Peusangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pemkab Bireuen sudah mengusulkan perbaikan jembatan yang rusak itu, dan dilihat yang paling prioritas dulu ditangani dari semua jembatan dan jembatan Pante Lhong yang dibangun terlebih dahulu setelah hari raya Idul Fitri,” jelasnya.
Kata Bupati, jembatan baru yang akan dibangun itu panjangnya 140 meter untuk anggaran ditangani pemerintah pusat dan ditarget pembangunannya dapat selesai pada Desember 2026 mendatang, sebutnya.
“Jembatan Pante Lhong ini sangat vital karena saat ini ramai masyarakat di Kecamatan Peusangan Siblah Krueng sudah putus akses jalan, dan jembatan itu juga dapat digunakan untuk akses jalan alternatif jalur lintas sumatera,” terang Bupati Mukhlis.
Sementara itu, amatan Metro Aceh dilokasi jembatan Pante Lhong di arah pinggir sungai dari Gampong Kubu, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, dan juga tepi sungai Gampong Blang Panjoe, Kecamatan Peusangan.
Sudah sejak beberapa waktu lalu ada sejumlah pekerja didukung alat berat bekerja membongkar rangkaian segmen jembatan rangka baja lama yang putus jatuh ke dalam sungai dan telah selesai dilakukan.
Kondisi hari Minggu (15/3) pagi, ada dua alat berat yaitu satu excavator dan satu breaker excavator, lagi bekerja membobok beton abudmen jembatan rangka baja yang lama untuk proses dibangun jembatan baru. (Rahmat Hidayat)






