BIREUEN|METRO ACEH-Rekayasa lalulintas dengan pengalihan jalur dari arah timur di jembatan Kutablang, berhasil menghindari kemacetan dan berjalan efektif. Seluruh kendaraan pribadi dan minibus penumpang yang menuju arah barat, sudah tak terlihat lagi melintasi jembatan itu.
Pantauan media ini Minggu (15/3), hanya sepeda motor dan truk bermuatan barang dengan bobot maksimum 30 ton dari arah Medan yang diperkenan melewati jembatan Kutablang. Sejak dua hari terakhir, kendaraan pribadi ke arah Banda Aceh, harus melintas jembatan bailey di Gampong Awe Geutah, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng ke Gampong Teupin Reudep, Kecamatan Peusangan Selatan.
Agar arus lalulintas lancar, maka melaju satu arah tembus ke Kota Matang Geulumpang Dua, Kecamatan Peusangan, di Gampong Awe Geutah turut dijaga oleh beberapa warga dipersimpangan dan kenderaan juga melaju tertib.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi di Kutablang, Komandan Pos Pengamanan (Pospam) Keutupat Seulawah 2026 di depan Masjid Kutablang Ipda Dadang S dan anggota Satlantas Polres Bireuen, Aipda T Zulhami mengatur arus lalulintas.
Juga mengarahkan mobil pribadi dan mininus penumpang, mobil pikup, mobil box maupun truk colt diesel muatan maksimal 10 ton, belok dari Simpang Gampong Kulu Kuta depan Pospam menuju jalur alternatif ke jembatan Baeley Awe Geutah.
Sedangkan kenderaan sumbu tiga atau truk dengan tonase maksimum 30 ton langsung lurus ke jembatan Baeley Krueng Tingkeum Kutablang, termasuk kenderaan prioritas seperti mobil ambulan.
Danpospam Ketupat Seulawah di Kutablang, Ipda Dadang S kepada Metro Aceh mengatakan sesuai ketentuan mencegah kemacetan saat arus mudik dan arus balik hari raya Idul Fitri 1447 H.
Kenderaan maksimal 10 ton kami arah untuk lewat dari jembatan Baeley Awe Geutah, untuk truk muatan maksimal 30 ton melaju lurus lewat jembatan Kutablang termasuk sepeda motor.
Ia juga mengimbau kepada pengemudi kenderaan bermotor untuk senantiasa berhati-hati dalam berkendaraan untuk mencegah terjadinya kecelakaan diperjalanan, utamakan keselamatan dari pada kecepatan, imbaunya. (Rahmat Hidayat).






