DPR RI Jangan Cari Sensasi Penanganan Pasca Banjir Aceh

- Administrator

Selasa, 6 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keuchik Paya Abo Kecamatan Peusangan

Keuchik Paya Abo Kecamatan Peusangan

BIREUEN|METRO ACEH-Berbagai kalangan menyesalkan narasi negatif yang dilontarkan salah satu oknum anggota DPR RI, terhadap kinerja pemerintah Kabupaten Bireuen dalam penanganan bencana banjir dan longsor di wilayah ini. Pasalnya, statmen politisi tersebut dinilai cenderung provokatif serta menyesatkan publik, bahkan terkesan ingin cari muka lalu mengadu domba rakyat dengan pejabat, lewat pemberitaan media massa.

Keuchik Paya Abo Kecamatan Peusangan, Fajri meminta agar semua pihak, benar-benar tulus dan ikhlas membantu korban yang terdampak bencana banjir, bukan sekedar ingin mencari ruang sensasi untuk mempolitisir beban masalah yang dihadapi masyarakat, lantas menyalahkan pemerintah daerah seolah-olah tidak bekerja maksimal menangani para korban banjir.

Padahal sebut Fajri, sejak awal bencana alam ini terjadi dan memporak-porandakan pemukiman, serta menghancurkan berbagai sarana infrastruktur umum, Pemerintah Kabupaten Bireuen bersama relawan dan selalu hadir membantu korban banjir di seluruh pelosok desa, bahkan yang sempat terisolir juga menjadi perhatian,”Kita sangat membutuhkan bantuan dari siapapun, tetapi bukan berarti sudah membantu sedikit lalu bisa bicara sesuka hati, seperti politisi senayan asal Bireuen, turun ke lokasi banjir lalu memprovokasi dan memecahbelah masyarakat. Ini yang salah, apa sulitnya kita mendukung pemerintah daerah untuk terus berbenah dan melakukan penanganan pasca bencana,” ungkap Fajri kepada awak media, Selasa (6/1).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dia menandaskan, Pemkab Bireuen melalui BPBD dan dinas-dinas terkait, sebenarnya sangat intens turun ke lapangan guna melihat langsung dampak kerusakan dan korban jiwa yang ditimbulkan bencana alam ini, serta upaya cepat yang harus dilakukan untuk penanganan, hingga pemulihan yang menjadi prioritas penanganan pasca banjir. Terutama, mendata secara valid ekses kerusakan, maupun korban terdampak dengan masing-masing kategori rusak berat, sedang dan ringan.

“Kami sebagai kepala desa di perkampungan yang ikut terdampak banjir bandang ini, sangat berterimakasih atas kepedulian dan ukuran bantuan dari semua pihak, namun kami ingin kita tetap bersatu menghadapi bencana besar ini, jangan lagi adu domba rakyat dengan isu-isu provokasi yang membingungkan rakyat,” tukasnya dengan nada kesal.

Terkait hunian sementara (Huntara) yang dihembuskan jadi isu berpolemik dan menimbulkan kisruh, Fajri mendukung penuh langkah Pemerintah Kabupaten Bireuen, tanpa bertele-tele langsung membangun hunian tetap (Huntap), karena sesuai keinginan korban memperoleh rumah layak huni yang memadai. Menurutnya, selain lebih efesien Huntap juga dibangun pada lokasi terdekat dari pemukiman warga.

Plt Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bireuen, Doli Mardian saat ditemu media ini menyebutkan, pemerintah kini fokus membangun 3.692 hunian tetap. Langkah itu, diputuskan dalam rapat koordinasi bersama Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto di pendopo Bupati Bireuen beberapa waktu lalu.

“Keputusan ini juga pernintaan korban banjir, mereka berharap dibangun hunian permanen biar sekaligus menetap di rumah pengganti milik pribadi,” jelas Doli.

Dia mengaku, pembangunan Huntap bagi korban banjir di Bireuen akan dimulai Rabu (6/1), ditandai peletakan baru pertama oleh Bupati Bireuen dan pihak BNPB di Gampong Balee Panah, Kecamatan Juli.

Menurutnya, pemerintah menargetkan pembangunan sebanyak 3.692 unit rumah. Hingga kini, BPBD telah mengantongi 900 surat tanah yang dinyatakan siap bangun. Bagi warga yang terkendala lahan, Doli menyebut solusinya adalah musyawarah di tingkat gampong. Warga diperbolehkan membangun di lokasi lain, bahkan lintas kecamatan, selama administrasi tanahnya jelas. Selama proses konstruksi berjalan, Pemkab Bireuen memastikan warga tidak terlantar. Pemerintah menyediakan Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp 600.000 per bulan.

“Hari ini secara simbolis diserahkan oleh Bapak Bupati. Tahap awal diberikan untuk tiga bulan. Jika rumah belum selesai dalam waktu tersebut, bantuan akan diperpanjang lagi. Tujuannya agar warga bisa menyewa tempat tinggal yang layak sementara waktu,” jelasnya lagi.

Tak hanya soal papan, urusan pangan juga menjadi prioritas. BPBD Bireuen tengah menyalurkan bantuan 660 ton beras yang menyasar sekitar 16.000 Kepala Keluarga (KK) di 17 kecamatan terdampak.

“Masing-masing KK mendapatkan jatah 40 kg beras. Kami pastikan tidak ada gampong yang terlewati. Baik bantuan sandang maupun pangan, semuanya kita layani berdasarkan data by name by address,” jelas Doli.

Kehadiran Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto di Bireuen diharapkan mampu mempercepat sinkronisasi administrasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN), sehingga status kepemilikan tanah Huntap tersebut memiliki legalitas hukum yang kuat bagi masyarakat.(Bahrul)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Muscab PPP Nagan Raya Resmi Dibuka, Soliditas Kader Terus Terpelihara
PKS Apresiasi Kinerja Bupati Bireuen
Pemkab Bireuen Tak Abaikan Korban Banjir
Fokus Kurangi Pengangguran Teknisi dan Desainer Digembleng Melalui BLK
DT Peduli Bangun 45 Huntap di Alue Kuta
Amiruddin Idris Serahkan Bantuan Untuk 33 Mesjid
Husnidar Buka Puasa Bersama Warga
Polri Bangun Dua Jembatan Bailey

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 00:04 WIB

Muscab PPP Nagan Raya Resmi Dibuka, Soliditas Kader Terus Terpelihara

Jumat, 8 Mei 2026 - 16:28 WIB

PKS Apresiasi Kinerja Bupati Bireuen

Rabu, 6 Mei 2026 - 21:07 WIB

Pemkab Bireuen Tak Abaikan Korban Banjir

Kamis, 30 April 2026 - 23:38 WIB

Fokus Kurangi Pengangguran Teknisi dan Desainer Digembleng Melalui BLK

Kamis, 12 Maret 2026 - 22:37 WIB

DT Peduli Bangun 45 Huntap di Alue Kuta

Berita Terbaru

Tim Basarnas mengerahkan  Landing Craft Rubber (LCR) untuk mencari korban tenggelam di Objek Wisata Pantai Jangka, Kecamatan Jangka, Sabtu (30/5) sore.

PERISTIWA

Anak 12 Tahun Tenggelam di Laut Jangka

Sabtu, 30 Mei 2026 - 21:54 WIB

Plt Kepala SMAN 1 Bireuen, Zulfikri, SAg.,MM.

PENDIDIKAN

SMAN 1 Bireuen Rangking Satu Top 10 Lulus SNBT Se-Aceh

Jumat, 29 Mei 2026 - 14:07 WIB

Daging kurban dibagikan kepada warga di kampus UNIKI Bireuen, Kamis (28/5) pagi.

NANGGROE

UNIKI Sembelih 8 Hewan Qurban

Kamis, 28 Mei 2026 - 15:56 WIB