by

Buka Keterisolasian Warga Pedalaman, Jembatan Alue Phoen Resmi Dibangun

BIREUEN |METRO ACEH-Guna membuka keterisolasian warga dusun pedalaman di Desa Krueng Simpo, Kecamatan Juli. PT Takabeya Perkasa Grup mengawali proses pembangunan jembatan rangka baja Alue Phoen. Proses awal pekerjaan itu, ditandai dengan peusijeuk yang turut dirangkai kenduri dan santunan anak yatim, serta doa bersama mengenang almarhum H Saifannur S.Sos.

Kegiatan seremonial yang digelar secara sederhana, di Dusun Keudee dihadiri Direktur Utama PT Takabeya Grup, H Mukhlis A.Md, anggota DPRK Bireuen, Keuchik Krueng Simpo beserta perangkat desa dan puluhan warga setempat. Selain untuk mendapatkan berkah, kegiatan itu juga menjadi ajang silaturahmi dengan bertatap muka bersama masyarakat setempat.

Keuchik Krueng Simpo, Safrizal S.Pd dalam sambutannya mengaku, jembatan itu akhirnya dibangun setelah perjuangan panjang, dalam menyahuti kebutuhan akses transportasi yang menghubung sejumlah desa pedalaman di kawasan itu. Khususnya, daerah terisolir penghasil komoditi pertanian dan perkebunan.

Menurutnya, pengajuan pembangunan jembatan Alue Phoen telah dimulai sejak 2006 silam, namun baru terakomodir pada 2019 lalu serta dimulai tahun ini untuk tahap awal. Dia mengaku, selama puluhan tahun terakhir, warga terisolasi karena belum ada jembatan penguhung.

“Selama ini jika ada warga yang sakit harus diangkut dengan tandu, material bangunan sangat mahal karena biaya lansir yang harus dikeluarkan. Namun, apabila jembatan itu selesai maka warga pedalaman sangat terbantu, termasuk memudahkan mengangkut hasil pake,” ungkap Safrizal.

Anggota DPRK Bireuen, Mubarak selaku wakil rakyat Dapil 6 Juli-Jeumpa yang selama ini dikenal konsern menyahuti aspirasi masyarakat, pada kesempatan itu menuturkan, sudah selayaknya dana publik harus mencerminkan kebutuhan rakyat. Seperti halnya dalam pembiayaan pembangunan jembatan Alue Phon ini.

“Kita harus mendukung penuh kegiatan pembangunan ini, supaya tidak ada kendala di lapangan. Sehingga, seluruh proses tahapan berjalan lancar dan selesai sesuai target, serta bermanfaat bagi kepentingan masyarakat luas,” ujarnya.

H Mukhlis A.Md menandaskan, dengan semangat kebersamaan serta rasa persatuan, tentu berbagai upaya yang diperjuangkan demi kepentingan bersama, tentunya lebih mudah untuk mewujudkan cita-cita dan harapan yang diinginkan. Seperti perjuangan para tokoh masyarakat Krueng Simpo, dalam mengupayakan terwujudnya jembatan Alue Phon.

Meski dengan jumlah anggaran yang tersedia dari sumber Otsus Aceh, tidak dapat diselesaikan tahun ini. Tapi, jika pemerintah daerah maupun legislatif menyetujui, dirinya siap merampungkan sarana jembatan itu secara sistem tahun jamak (multi years).

“Apabila disetujui dengan pertimbangan demi kepentingan warga pedalaman, kami siap menuntaskan pekerjaan ini paling telat Desember 2020. Kami tidak keberatan menghutangkan biaya kepada pemerintah, asalkan harapan masyarakat dapat terwujud,” jelasnya. (Bahrul)

Comment

News Feed