oleh

Tiga Oknum KPK Abal-abal Diringkus

BIREUEN|METRO ACEH-Aksi sejumlah oknum penggiat LSM anti korupsi, mengatasnamakan Lembaga KPK Dewan Teritorial Provinsi Aceh yang kerap menakut-nakuti keuchik (kepala desa-red) dan memintai uang, akhirnya berhasil dihentikan oleh Ketua Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Bireuen, Bahrul Fazal dan kawan-kawan, Minggu (4/7) malam.

Informasi yang diperoleh Metro Aceh menyebutkan, tiga oknum Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi (KPK) itu, dilaporkan sejak Sabtu sore mendatangi kediaman sejumlah keuchik di Kecamatan Juli. Selain menanyakan berbagai persoalan anggaran dana desa, mereka juga memintai uang dengan dalih bantuan BBM, untuk berangkat ke Kota Banda Aceh.

Oknum beserta Kartu identitas/surat tugas LSM KPK yang diamankan, Minggu (4/7).

Ketiga pelaku yang mengaku-ngaku dari KPK itu berasal dari Aceh Utara, diantaranya yakni, Marzuki (35) warga Dusun Barat Desa Buket Padang dan Maimun (45) Dusun Teungoh, Desa Meunasah Dayah, Kecamatan Tanah Jambo Aye serta Muslem (47) Dusun Keutapang Desa Keutapang, Kecamatan Tanah Pasir.

Mengetahui adanya oknum KPK masuk desa dan meresahkan, membuat Ketua DPC APDESi Kabupaten Bireuen, Bahrul Fazal berang dan memberi tahu teman-temannya. Lantas, diatur strategi untuk menjebak keempat komplotan pelaku itu, hingga berhasil diamankan berkat dukungan petugas kepolisian setempat, sekitar pukul 21.45 wib.

“Kami mendapat informasi ada oknum yang mengaku dari lembaga KPK, serta ingin mengaudit dana desa lalu meminta uang dari keuchik. Saya bersama teman-teman, berusaha mengamankan mereka dan diserahkan ke Mapolsek Kota Juang,” ungkap Bahrul Fazal.

Dia menuturkan, selama ini pihaknya sudah kerap menerima laporan, terkait aksi sejumlah orang yang mengaku dari KPK, serta LSM yang menakut-nakuti perangkat desa. Seolah-olah mereka dari lembaga resmi, dan bertugas mengaudit pengelolaan dana desa. Kegiatan oknum tersebut, menimbulkan keresahan warga maupun perangkat desa.

“Atas nama DPC APDESI Kabupaten Bireuen, kami tidak ingin aktifitas oknum LSM abal-abal seperti ini, mengganggu pemerintahan gampong akibat ulah mereka yang bertindak seperti aparat penegak hukum,” sebutnya.

Keuchik Teupin Mane, Abdul Jalil (58) saat ditemui media ini mengaku, sejak Sabtu sore rumahnya didatangi oknum LSM KPK itu. Karena sedang berada di kebun, akhirnya mereka kembali malam hari dan menjambangi lagi kediamannya.

Semula, tiga orang yang dijamu layaknya seorang tamu, menanyakan persoalan BUMG yang katanya bermasalah. Lantas, menanyai penyaluran BLT dan berbagai masalah dana desa. Tapi ujung-ujungnya mereka meminta uang, untuk biaya beli BBM kendaraan karena hendak ke Kota Banda Aceh. Menurut Abdul Jalil, ketiga oknum ini juga pernah mendatanginya, sebelum bulan puasa dan karena terus memintai uang, akhirnya diberikan Rp 300 ribu. Parahnya, ternyata kini mereka kembali lagi, menyasar dirinya lagi untuk meminta uang.

“Karena saya kasih tau tadi malam tidak punya uang, mereka minta saya bertemu besok (hari ini-red). Saya sudah siapkan uangnya, tetapi rekan-rekan keuchik lain melarang saya memberikan, lalu oknum LSM KPK itu berjanji akan kembali beberapa hari lagi. Maka, saya temui saja di depan kantor BRI biar selesai-selesai terus,” jelasnya.

Pantauan media ini, empat pengendara Daihatsu Xenia BL 1465 JA bertuliskan Dewan Teritorial Prov Aceh Lembaga KPK, dihentikan oleh Bahrul Fazal dan teman-temannya di kawasan Simpang Empat, atau di depan BRI Cabang Bireuen. Satu diantaranya belakangan diketahui menumpang kendaraan itu, serta tidak terlibat dalam aktifitas LSM tersebut.

Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh informasi resmi dari pihak kepolisian. Tapi, ketiga oknum itu serta satu rekan mereka, masih diamankan di Polsek Kota Juang, sementara empat keuchik yang pernah menjadi korban LSM KPK itu, lagi dimintai keterangan di ruang Unit Pidana Umum Mapolres Bireuen.(Bahrul)

Komentar

News Feed