by

LP Bireuen Bobol Lagi, Napi Berhasil Kabur

BIREUEN|METRO ACEH – Akibat kelalaian petugas jaga, Lembaga Permasyarakatan (LP) Bireuen kembali bobol. Satu dari dua narapidana yang mencoba melarikan diri, berhasil lolos dari penjara itu, Minggu (9/2) sore.

Informasi yang diperoleh Metro Aceh menyebutkan, seorang napi berhasil kabur dari LP Kelas II B itu, yakni Fauzan bin Tarmizi (28) warga Blang Rheum, Kecamatan Jeumpa. Sedangkan rekannya, Mustafa bin Ishak (30) warga Teupin Mane, Kecamatan Juli berhasil diciduk setelah berhasil menerobos dinding penjara.

sudut dinding penjara yang berbatasan dengan TK Pertiwi, tampak kain tergantung yang digunakan napi saat melarikan diri, Minggu (9/2) sore.

Kronologis kejadian itu, berawal saat para warga binaan hendak shalat Ashar di mushala. Tiba-tiba dua narapidana kasus narkoba ini, mendadak naik ke atap seng bangunan dan memanjat dinding LP Kelas II B Bireuen, serta melompati pagar kawat berduri menuju arah TK Pertiwi, yang bersebelahan dengan komplek Lapas. Kejadian itu, diperkirakan sekitar pukul 16.15 wib.

Petugas piket yang menyadari ada napi yang kabur, lantas mencoba melakukan pengejaran. Berkat kesigapan sipir ini, satu orang pelaku berhasil diciduk yakni Mustafa. Sedangkan, Fauzan merampas sepeda motor warga yang lagi melintas, lalu tancap gas dan menghilang di pusat Kota Bireuen.

Plh Kepala LP (Lapas) kelas IIB Bireuen, Ramli SH saat ditemui awak media di lokasi membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, dari dua warga binaan yang mencoba kabur, satu dapat ditangkap kembali.

Dia mengaku, saat para warga binaan sedang beraktifitas diluar sel, menjelang waktu shalat Ashar. Diluar dugaan, tiba-tiba Fauzan dan Mustafa kabur dengan memanjat pagar besi, meloncati atap seng dekat pos penjagaan, lalu memanjati tembok pagar bagian utara, kemudian melompat ke bawah dan kabur.

“Mereka melepas satu kawat berduri dan pakai kain sarung, untuk menuruni tembok pagar dan masuk ke halaman TK Pertiwi, di sebelah dinding Lapas. Karena melihat kejadian itu, petugas piket keluar mengejar. Kebetulan Fauzan lebih dulu keluar pintu gerbang TK, lalu dia merampas sepeda motor warga yang lagi melintas lalu kabur,” jelas Ramli.

Sedangkan Mustafa secepatnya disergap dan ditangkap petugas Lapas, saat dia hendak keluar pagar halaman TK. Saat ditanyai awak media, siapa yang menggagas ide ini, Ramli mengaku berdasarkan keterangan Mustafa, aksi itu dilakukan secara spontan. Setelah berhasil diciduk lagi, napi ini diamankan dalam ruang isolasi.

Sementara itu, guna mencari Fauzan pihak Lapas telah memerintahkan petugas melakukan pencarian lokasi warga binaan ini, selain juga meminta bantuan pihak kepolisian Polres Bireuen, guna memburu narapidana yang kabarnya baru divonis sembilan tahun lebih, karena kasus narkoba.

“Kami akan terus melakukan berbagai langkah, termasuk upaya pendekatan dengan pihak keluarga warga binaan ini, agar dapat membawa kembali ke Lapas,” jelas Ramli.

Sejumlah sumber Metro Aceh di dalam LP Bireuen menuturkan, Fauzan selama ini stress dan mengalami depresi berat, karena harus menjalani hukuman sembilan tahun penjara. Sehingga, nekat melarikan diri dari balik jeruji besi. (Bahrul)

Comment

News Feed