Pemkab Bireuen

Infokom Aceh

BIREUEN|METRO ACEH-Puluhan insan pers dari berbagai media massa yang bertugas di Kabupaten Bireuen, dibekali ragam ilmu dan skill untuk menguasai tehnik memverifikasi informasi Hoax yang marak tersebar di internet, kegiatan itu diselenggarakan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bireuen di Meuligoe Hotel, Sabtu-Minggu (7-8/9).

Informasi yang diperoleh Metro Aceh menyebutkan, pembekalan bagi pekerja media ini merupakan program Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, bekerjasama dengan Google News Initiative dan Internews. Kegiatan itu, bagian dari rangkaian training untuk para jurnalis diberbagai kota di tanah air.

Ketua AJI Bireuen, Bahrul Walidin saat ditemui disela Training Journalist Google Initiative (GNI) menuturkan, kemampuan untuk melakukan verifikasi atas informasi yang salah, atau tidak tepat merupakan sesuatu hal mutlak harus dikuasai oleh setiap jurnalis. Sehingga, AJI sebagai salah satu organisasi pers yang konsen dalam upaya peningkatan kapasitas dan SDM pekerja media, menggagas serta menginisiasi kegiatan pelatihan ini.

Puluhan jurnalis mengikuti Google News Intiative Training, di aula Hotel Meuligoe Cot Gapu Bireuen, Sabtu (7/9).

Menurutnya, fokus training jurnalis itu guna mengasah ketrampilan peserta, agar mampu memanfaatkan sejumlah tools online, untuk memverifikasi ragam informasi yang terindikasi hoax, serta bisa mengecek kebenaran rumor yang beredar di dunia maya. Sehingga, dapat mencegah penyebarannya di media meanstream.

“Para peserta training dibekali berbagai materi bersifat teknis, mengenai kebersihan data digital (digital hygiene), analisa dasar informasi, pencarian dan penelusuran data, dengan beragam tools yang bisa dimanfaatkan, untuk melakukan investigasi secara online,” jelas Bahrul.

Dia berharap, melalui pelatihan selama dua hari dalam program Google News Initiative Training ini, dapat bemanfaat dan mendukung kerja-kerja jurnalistik, khususnya bagi para insan pers di Bireuen. Sehingga, AJI berkonstribusi mendukung peningkatan kapasitas jurnalis, disamping membangun sistem dan mekanisme keamanan bagi insan pers di Aceh, khususnya di Bireuen.

Bahrul menyebutkan, kegiatan ini diikuti 30 peserta dari berbagai media cetak, eletronik dan online yang tergabung dalam organisasi AJI, PWI serta PPWI,”Dengan pembekalan materi dalam pelatihan selama dua hari ini, kami berharap dapat menambah kemampuan rekan-rekan pekerja media, untuk lebih lihai mendeteksi informasi palsu yang menyebarluas di jagad maya,” pungkasnya. (Jamaluddin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *