by

Direktur Bireuen Vision Terjerat Korupsi Ternak

LHOKSEUMAWE|METRO ACEH-Direktur CV Bireuen Vision, Edi Saputra bin M Saleh (43) dikabarkan tersandung kasus korupsi penyaluran bantuan ternak, pada Dinas Kelautan, Perikanan dan Pertanian Kota Lhokseumawe yang diduga telah merugikan keuangan negara sebesar Rp 8,1 miliar sumber anggaran APBK TA 2014.

Informasi yang diperoleh Metro Aceh menyebutkan, tim penyidik Unit Tipikor Polres Lhokseumawe dilaporkan telah menuntaskan perkara kasus ini sesuai berkas nomor BP/24/III/2019 tanggal 5 Maret 2019, serta dinyatakan lengkap (P21) oleh jaksa berdasarkan surat P21 yang dikeluarkan Kejari Lhokseumawe nomor B-1075/L.1.12/Fd.1/07/2019 tanggal 23 Juli 2019.

BACA JUGA :   Polsek Koju Bongkar Sindikat Pengedar Sabu

Kapolres Lhokseumawe,.AKBP Ari Lasta Irawan melalui Kasatreskrim, AKP Indra T Herlambang kepada media ini mengaku, pihaknya telah menyelesaikan berkas tahap I perkara Tipikor tersebut dan dinyatakan P21 oleh tim JPU.

Dalam pesan singkat WhatsApp yang diterima pagi ini, Selasa (23/7) Indra menuturkan, dugaan tindak pidana korupsi penyaluran bantuan ternak yang disalurkan Dinas Kelautan Perikanan dan Pertanian Kota Lhokseumawe, dengan anggaran Rp. 14.505.500.000,- (empat belas milyar lima ratus lima juta lima ratus ribu rupiah) bersumber dari APBK Kota Lhokseumawe tahun 2014.

BACA JUGA :   Polsek Koju Bongkar Sindikat Pengedar Sabu

Menurut dia, akibat perbuatan tersangka menyebabkan kerugian negara senilai Rp 8.168.730.000,- (Delapan Miliyar Seratus Enam Puluh Delapan Juta Tujuh Ratus Tiga Puluh Ribu Rupiah). Setelah diproses oleh tim penyidik Unit Tipikor, hari ini berkas kasus tersebut sudah P21.

“Tersangka ES dijerat pasal berlapis, diantaranya pasal 2 ayat (1), pasal 3, pasal 18 ayat (1) huruf a, b, ayat (2) ayat (3) UU No 31 tahun 1999 sebagaimana dirubah dalam UU No 20 tahun 2011 tentang pidana korupsi subs pasal 55 ayat (1) KUHPidana,” sebut Indra.

BACA JUGA :   Polsek Koju Bongkar Sindikat Pengedar Sabu

Atas perbuatan tersebut, dia mengaku tersangka terancam hukuman penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat satu tahun dan lama 20 tahun, dan atau denda paling sedikit Rp 50 juta dan paling banyak Rp 1 miliar. (Bahrul)

Comment

News Feed