Pemkab Bireuen

Infokom Aceh

BIREUEN|METRO ACEH-Empat pemuda Desa Alue Udeueng, Kecamatan Peusangan dikabarkan diserang Beruang di kawasan hutan Krueng Cut perbatasan Kabupaten Bireuen-Bener Meriah, Jum’at (12/7). Satu korban yang nyaris dimangsa hewan buas itu, kini kritis dan terluka parah. Lalu dilarikan ke rumah sakit Bireuen Medical Centre (BMC), guna mendapat perawatan intensif.

Informasi yang diperoleh Metro Aceh menyebutkan, empat sekawan yang sedang memburu kawanan Rusa di pedalaman hutan itu tadi pagi, yakni Muttaqin (19), Hasan (20), Husen (20) dan Wandi (30). Ketika keempatnya lagi dalam posisi terpisah, saat hendak menghalau beberapa ekor rusa agar masuk perangkap yang telah dipasang. Tiba-tiba muncul seekor anak beruang, mendekati Muttaqin. Sejurus kemudian, keluar induknya lalu menyerbu pemuda itu.

Korban serangan Beruang di pedalaman Kabupaten Bireuen, dirawat intensif di BMC kawasan Juli kilometer 1, Jum’at (12/7).

Muttaqin yang digigit dan dicakari oleh hewan buas ini, tak tinggal diam serta melawan dengan sebilah parang yang ada ditangannya. Sehingga terjadi duel selama beberapa saat, sampai Beruang itu berhasil dibacok pada bagian kepala dan kabur ke dalam hutan, baru korban dapat melepaskan diri dengan kondisi mengalami luka cakaran serta gigitan binatang langka tersebut.

Saat perkelahian tak seimbang ini terjadi, korban terus berteriak minta tolong hingga teman-temannya berkumpul dan Beruang dikejar oleh beberapa ekor anjing pemburu, yang ikut bersama mereka. Selanjutnya, Muttaqin dievakuasi dari lokasi pedalaman hutan belantara itu, lalu dibawa ke BMC.

Akibat diserang binatang buas ini, korban menderita luka robek bekas gigitan dan cakaran pada bagian tangan kiri, pergelangan tangan kanan, betis kaki kiri dan paha kanan. Karena terluka cukup parah, Muttaqin harus menjalani operasi.

Saat ditemui awak media ini tadi sore di BMC, korban mengaku sudah sering keluar masuk hutan memburu Rusa, dengan memasang perangkap. Bahkan, perburuan tersebut hingga ke pedalaman kilometer 32 kawasan Kecamatan Juli. Tapi, belum pernah menemukan hewan ganas itu.

Dia mengisahkan, peristiwa naas ini bermula sesaat setelah mereka memasangi perangkap Rusa. Karena melihat beberapa ekor hewan buruan sedang berkerumun, lalu empat sekawan itu berpisah dan terus menghalau Rusa ke arah perangkap.

Muttaqin yang berada pada posisi lereng jurang, tiba-tiba kaget saat keluar seekor anak beruang dari balik rerimbunan pohon bambu. Sejurus kemudian, muncul induknya yang langsung menyerang dan menerkam korban.

“Saya berteriak minta tolong ke teman-teman, sambil melawan Beruang besar itu. Binatang ini terus mencakar dan menggigiti saya, kebetulan ada parang di tangan langsung saya balas membacok induk Beruang ganas itu,” ujar Muttaqin dengan nada lesu.

Lalu, setelah binatang ini melepas cengkramannya, korban melompat ke alur sungai,”Teman-teman datang dan membantu saya yang terluka, beberapa ekor anjing kami mengejar Beruang itu hingga ke dalam hutan. Kemudian, saya dibawa ke rumah sakit ini,” jelasnya.(Bahrul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *