HUT 20 TAHUN BIREUEN

HUT 20 TAHUN BIREUEN

HUT 20 TAHUN BIREUEN

HUT 20 TAHUN BIREUEN

BIREUEN|METRO ACEH-Seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Bireuen, dihimbau terus menjaga kekompakan dan rasa persatuan, serta tak terpancing isu-isu gerakan people power menjelang rapat pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Jakarta pekan depan.

Himbauan tersebut disampaikan Wakil Bupati Bireuen, Dr H Muzakkar A Gani SH M.Si menyikapi isu kisruh politik tingkat nasional, menjelang penetapan hasil akhir pemilu dan pilpres di tanah air pada 22 Mei mendatang. Selain itu, dia memberi apresiasi kepada KIP Aceh yang sukses menuntaskan rangkaian pemilu dan pilres di Aceh, secara jujur, adil transparan dan demokratis.

“Mari kita semua tetap bersabar, untuk menunggu hasil akhir keputusan KPU. Jangan terpancing isu-isu tidak benar, yang cenderung provokatif dan dapat merusak persatuan bangsa,” sebut Muzakkar melalui siaran pers yang diterima media ini, Minggu (19/5).

Dia berharap bulan suci Ramadhan ini, menjadi momentum bagi seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan ukhwah islamiyah, serta terus menabur kebaikan yang bermanfaat bagi umat.

Hal senada, juga dikemukakan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) setempat, agar masyarakat tidak latah dan terprovokasi ajakan aksi people power. Seperti yang kini sedang beredar luas melalui media sosial.

Dalam siaran pers yang diterima Metro Aceh, Ketua MPU Kabupaten Bireuen, Tgk Nazaruddin atas nama para ulama di wilayah itu menuturkan, aksi gerakan massa tersebut dinilai kurang tepat untuk dilakukan. Sehingga seluruh tokoh masyarakat, maupun pemuka agama agar saling menjaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat umum.

“Mari kita percayakan hasil pemilu kepada KPU, jika tidak puas silahkan kita tempuh mekanisme ke MK,” ujar Tgk Nazaruddin.

Selanjutnya, himbauan serupa diungkap imam Mesjid Agung Sultan Jeumpa Bireuen, Tgk Jamaluddin Idris. Menurut dia, people power berpotensi merusak persatuan dan kesatuan bangsa.

“Kita harus selalu menjaga persatuan, jangan terpancing ajakan yang dapat mengganggu kerukunan, serta mengancam keutuhan NKRI yang betlandaskan pancasila,” sebut Tgk Jamaluddin Idris. (Bahrul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *