LHOKSEUMAWE|METRO ACEH-Diduga karena ingin merebut dan menguasai harta seorang janda kaya, seorang pria asal Sumatera Utara, nekat membunuh isteri serta dua anak tirinya dengan cara sadis. Peristiwa yang menyentak naluri kemanusiaan itu terjadi di Desa Ulee Madon, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, Selasa (7/2) dini hari.

Kejadian tersebut, memecah keheningan malam diawal Ramadhan tahun ini, serta telah mengusik ketenangan warga yang lagi menjalankan ibadah di bulan suci ini. Pasalnya, motif pelaku “pembantaian” satu keluarga itu, benar-benar sadis dan biadab. Aksi pembunuhan ini disinyalir, sudah direncanakan sebelum tersangka menikahi janda empat anak tersebut.

Informasi yang diperoleh Metro Aceh menyebutkan, tiga korban tewas dengan kondisi mengenaskan yakni Irawati Nurdin (33), serta dua anak kandungnya yaitu Zikra Muniza (12) dan Yazid (1,5). Mereka dibantai oleh Aidil Ginting (40) warga Sumut yang menikahi wanita itu, sejak beberapa bulan lalu.

Sejumlah sumber media ini saat ditemui di sekitar lokasi menuturkan, otak pelaku pembantaian itu selalu tertutup dan tidak mau bergaul dengan warga Ulee Madon. Korban merupakan janda beranak empat, serta sudah dua kali menikah. Sedang pelaku merupakan suami ke tiga. Saat kejadian itu, putera sulung Irawati tidak berada di rumah, karena sedang ikut tadarus di mesjid desa itu.

Adapun peristiwa berdarah ini, diketahui sekitar pukul 01.30 wib setelah Zikri (6,5) anak ke tiga korban, berhasil kabur dari cengkraman maut Aidil Ginting. Dia lolos, karena melompat dari balkon lantai dua rumah itu, lalu mendatangi kediaman Saiful Bahri alias Pon (51) yang tak jauh dari TKP.

Dengan nafas tersengal-sengal seraya menahan sakit, akibat kakinya patah saat melompat, bocah itu menceritakan ibu, kakak dan adiknya tewas dibunuh oleh ayah tiri mereka. Pon kaget mendengar kabar ini, lalu memberitahu ke tetangga serta meminta bantuan, untuk mendatangi rumah itu. Awalnya, seluruh pintu terkunci rapat dan Aidil diduga telah kabur.

Warga mencoba memanjat ke balkon, agar bisa masuk melalui jalur Zikri melarikan diri. Namun, pintu lantai atas itu juga sudah terkunci. Akhirnya beberapa orang mendobrak pintu samping, lalu terlihat Irawati tergeletak di dapur, dalam kondisi berlumuran darah akobat luka tusukan pada bagian perut, dada, punggung dan tangan. Sedangkan puteri keduanya, Zikra terbujur kaku di tangga dengan luka tusuk di dada dan perut.

Para tetangga ini, lalu mencari keberadaan si bungsu Yazid. Setelah beberapa saat, bayi mungil ini terlihat terendam dalam bak air kamar mandi, dengan tiga luka tusukan pada bagian leher. Selanjutnya, warga melapor ke Mapolsek Muara Batu, dilanjutkan ke Polres Lhokseumawe.

Sekitar pukul 03.00 wib, tim identifikasi bersama personil Reskrim polres, tiba di lokasi dan melakukan olah TKP. Lantas, setelah itu seluruh jenazah korban dievakuasi ke Puskesmas, kemudian dibawa ke Rumah Sakit Cut Meutia, guna dilakukan visum et repertum.

Berdasarkan keterangan dari kepolisian, pelaku berhasil diringkus petugas di kawasan Banda Aceh beberapa jam usai peristiwa itu. Kasatreskrim Polres Lhokseumawe, AKP Indra T Herlambang melalui pesan singkat WhatsApp kepada awak media ini mengatakan, pihaknya segera menggelar press conference jika sudah tiba di Mapolres. (Yola Novita)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *