by

Komite Keselamatan Jurnalis Dideklarasi

JAKARTA|METRO ACEH-Menyikapi potensi ancaman kekerasan fisik dan non fisik, terhadap insan pers yang menjalankan tugas jurnalistik di seluruh tanah air. Komunitas masyarakat pers mendeklarasikan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ), di Hall Gedung Dewan Pers Jakarta, Jum’at (5/4).

Terbentuknya KKJ yang diprakarsai oleh sejumlah stake holder pers ini, bertujuan untuk menangani kasus kekerasan jurnalis, dengan menyediakan skema pendanaan atau safety fund journalist. Khususnya untuk menyelesaikan ragam persoalan, akibat kekerasan insan pers di seluruh pelosok Indonesia.

Ketua Dewan Pers, Yoseph Adi Prasetyo bersama Direktur LBH Pers, Ade Wahyuddin dan Ketua Bidang Advokasi AJI Indonesia, Sasmito Madrim saat menjadi pembicara diskusi jelang deklarasi KKJ, Jum’at (5/4).

Berdasarkan press rilis yang diterima Metro Aceh tadi sore, para inisiator dan pendiri komite ini, telah menyusun SOP sebagai pedoman dalam pencegahan serta penanganan kasus kekerasan jurnalis, maupun pekerja media. Supaya peristiwa buruk yang menimpa jurnalis, tidak terjadi lagi di seluruh nusantara.

BACA JUGA :   Musrenbang Kecamatan Jeumpa : Jangan Anak Tirikan Kami

Konon lagi, sejumlah peristiwa penting seiring kontes politik, diperkirakan turut mempengaruhi iklim kebebasan pers di Indonesia. Peristiwa yang dikategorikan kekerasan jurnalis, yakni meliputi aksi pengusiran, kekerasan fisik hingga proses pemidanaan terkait karya jurnalistik.

“Berdasarkan data statistik yang kami himpun setahun terakhir ini, tercatat telah terjadi 64 kasus kekerasan terhadap jurnalis,” ungkap Sasmito Madrim Kabid Advokasi AJI Indonesia.

BACA JUGA :   Menguak Dugaan Pungli Oleh Oknum Pejabat Pada Kontraktor Proyek Fisik di Bireuen
Deklarasi pembentukan KKJ untuk menyelamatkan pekerja pers Indonesia.

Menurutnya, sebagian kasus kekerasan maupun pemidanaan yang menimpa jurnalis, terkait langsung dengan kontestasi politik level nasional, hingga ke daerah. Selain itu, juga meningkat akibat diperburuk lemahnya proses penegakan hukum oleh aparat kepolisian.

Beranjak dari kondisi ini, karena besarnya potensi kekerasan jurnalis dimasa mendatang, sehingga diperlukan sinergisitas dan kolaborasi yang telah melahirkan inisiatif, dari masyarakat pers guna menyelesaikan persoalan tersebut.

Dengan dukungan Internasional Media Support (IMS), AJI bersama beberapa lembaga menginisiasi kolaborasi ini, untuk menangani kasus-kasus tindak kekerasan pers dan jurnalis. Setelah beberapa kali pertemuan sejak hampir empat bulan, akhirnya berhasil mendeklarasikan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) di gedung Dewan Pers hari ini.

BACA JUGA :   Menguak Dugaan Pungli Oleh Oknum Pejabat Pada Kontraktor Proyek Fisik di Bireuen

KKJ ini, diinisiasi dan beranggotakan Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers, Safenet, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Federasi Serikat Pekerja Media Independen (FSPMI), Amnesti International Indonesia, Serikat Pekerja Media dan Industri Kreatif untuk Demokrasi (SINDIKASI). (Bahrul)

Comment

News Feed