by

Sidang Epong Reza Hadirkan Dirut PT Takabeya

BIREUEN|METRO ACEH-Persidangan kasus ITE yang menjerat M Reza alias Epong Reza (30), wartawan media online kembali digelar Pengadilan Negeri (PN) Bireuen, Senin (1/4) dengan agenda pemeriksaan saksi.

Pada sidang kelima hari ini, JPU menghadirkan H Mukhlis A.Md selaku saksi pelapor dalam perkara tersebut. Direktur Utama PT Takabeya Perkasa Grup itu, tiba di PN Bireuen pukul 09.00 wib atau dua jam sebelum sidang digelar secara terbuka.

Persidangan ke lima Epong Reza digelar PN Bireuen, Senin (1/4)

Pantauan Metro Aceh, majelis hakim yang diketuai Zufida Hanum SH serta dua hakim anggota Muchtar SH dan Mukhtaruddin SH, terlihat mencerca saksi ini dengan berbagai pertanyaan, seputar laporannya yang menyeret M Reza ke kursi pesakitan.

BACA JUGA :   Polsek Koju Bongkar Sindikat Pengedar Sabu

Pada kesempatan itu, H Mukhlis A.Md mengaku akibat pemberitaan tersebut dirinya sangat dirugikan, serta nama baik selaku pengusaha ikut tercemar. Akibat postingan berita (link up) pemberitaan di media sosial. Saksi pelapor ini mengaku, perusahaannya tidak mengkonsumsi BBM bersubsidi, karena mereka membeli melalui pihak ke tiga.

“Saya hanya melihat postingan facebook dan merasa dirugikan, makanya melapor ke pihak kepolisian,” jelasnya.

M Reza alias Epong Reza dan saksi pelapor H Mukhlis A.Md bersama mantan Ketua PN Bireuen, Fauzi SH dalam suatu kesempatan beberapa waktu lalu.

Ketika ditanyai oleh hakim, apakah saksi bersedia didamaikan dalam sidang itu, H Mukhlis awalnya menyatakan fikir-fikir dulu. Namun, setelah ketua majelis turut menjelaskan, bahwa perdamaian antara keduanya tidak menghentikan proses hukum yang berjalan, akhirnya Dirut PT Takabeya Perkasa Grup ini bersedia bersalaman dan saling berpelukan dengan terdakwa M Reza.

BACA JUGA :   Polsek Koju Bongkar Sindikat Pengedar Sabu

Saat pengacara menunjukkan foto M Reza, bersama dengan H Mukhlis A.Md dan mantan Ketua PN Bireuen, Fauzi SH dengan posisi ketiganya berjabat tangan. Hakim tampak sontak kaget melihat dokumen foto itu, yang diambil pasca laporan pengusaha kaya raya ini ke Polres Bireuen.

BACA JUGA :   Polsek Koju Bongkar Sindikat Pengedar Sabu

Meski diakui oleh saksi ini bahwa benar foto itu asli, namun JPU ngotot dokumen tersebut tidak relevan dengan perkara. Selaiin minta menguji keaslian foto oleh tim ahli IT, jaksa juga mengaku pertemuan itu tidak membahas masalah perdamaian atas kasus delik aduan ini.

Amatan media ini di PN Bireuen, kendati sebagai pelapor atas dugaan pencemaran nama baik yang menggiring wartawan masuk penjara, namun usai sidang H Mukhlis A.Md terlihat akrab dengan insan pers yang meliput sidang tersebut. (Bahrul)

Comment

News Feed