BIREUEN|METRO ACEH-Akses jalur utama menuju dataran tinggi Gayo, dilaporkan terancam putus akibat badan jalan Bireuen-Takengon di KM 23, pada kawasan Dusun Mina Desa Krueng Simpo amblas sedalam beberapa meter.

Bahkan, badan jalan yang amblas akibat tergerus hujan sejak sebulan terakhir. Jika tidak segera ditangani ruas jalan tersebut berpotensi ambruk. Sehingga, dikhawatirkan dapat menutup akses jalur jalan nasional itu.

Badan jalan Bireuen-Takengon di km 23 kondisinya amblas, akibat terkikis air yang menggerus saat hujan tiba.

Informasi yang diperoleh Metro Aceh menyebutkan, kerusakan badan jalan ini disebabkan tergerus air, saat hujan tiba dan mengikis tapak jalan. Sehingga amblas, serta nyaris menyeret rumah warga dekat lokasi jalan ini.

“Sudah sebulan badan jalan amblas, dan hampir memutuskan jalur transportasi ini. Kami berharap segera ditangani, serta dipasangi tanggul beton seperti di KM 21. Supaya jalan tidak ambruk dan terputus,” ungkap Mustafa (34) warga yang berjualan di sekitar lokasi.

Dampak kerusakan itu, selama ini telah menyebabkan gangguan tranportasi dari arah Bireuen, maupun Takengon. Karena pengendara, hanya bisa melintasi sebagian badan jalan yang belum amblas. Pantauan awak media ini, guna mencegah lakalantas, telah dipasangi penanda oleh pihak kepolisian Polsek Juli.

Badan jalan Bireuen-Takengon di km 23 kondisinya amblas, akibat terkikis air yang menggerus saat hujan tiba.

Selain pada titik lokasi ini, kerusakan lain di ruas jalan nasional itu juga dikabarkan terjadi pada KM 18, atau sebelum obyek wisata Krueng Simpo dari arah utara. Kondisi tanah yang labil, dikhawatirkan kembali menggerus badan jalan.

“Beberapa kerusakan badan jalan di ruas jalur Bireuen-Takengon, perlu segera mendapat penanganan. Selain untuk kelancaran aktifitas pengendara, juga tidak lagi menghambat lalulintas warga yang membawa hasil perkebunan,” ujar Sulaiman Ahmad (66) didampingi Ucok (42) warga Krueng Simpo, Kecamatan Juli saat ditemui awak media tadi pagi.

Pantauan Metro Aceh longsoran jalan juga terjadi di tikungan km 20, dua lokasi di km 22 dan tersebar disejumlah titik lainnya hijgga km 25, diharapkan adanya perhatian serius pihak berwenang untuk memperbaikinya.

Bahkan, tepi jalan longsor terlihat di sisi kiri turunan Leubok Jok km 8, di kanan jalan tanjakan leter S km 11, tepi kanan km 13, jalan menurun km 16, amblas tepi kiri 50 meter menjelang Km 17 dekat batas Krueng Simpo Juli.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) V Bireuen-Takengon, Hengki Hernawan yang dikonfirmasi terkait persoalan ini menuturkan, kerusakan sejumlah titik di ruas jalan itu sudah masuk dalam program penanganan.

“Tebing jalan longsor di kawasan Km 18 Krueng Simpo, dalam waktu dekat segera diperbaiki dan dibangun tembok penahan tanah (TPT), begitu juga di km 23, segera ditangani agar arus lalulintas dapat kembali normal,” jelasnya. (Rahmat Hidayat)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *