example banner

BIREUEN|METRO ACEH-Insiden kebakaran akibat hubungan arus pendek (korsleting) listrik kembali terjadi di Bireuen, kali ini rumah mantan kepala dinas ludes dijilat api, Minggu (9/2) dini hari.

Informasi yang dihimpun Metro Aceh menyebutkan, rumah permanen milik almarhum Drs M Isa di kawasan Dusun Lagang Desa Geulanggang Teungoh, Kecamatan Kota Juang musnah terbakar serta nyaris merenggut korban jiwa, yang sedang tertidur pulas.

Petugas Damkar nekat menerobos masuk ke teras pecahkan kaca rumah terbakar agar bisa menyiram kobaran api | Rahmat Hidayat

Musibah itu, berlangsung sekitar pukul 03.30 wib. Kobaran api begitu cepat merambat dan membesar, beruntung para penghuni yang sedang lelap tertidur berhasil keluar, menyalamatkan diri dari jilatan api.

Saat peristiwa itu, di dalam rumah dihuni Mardiah(55) istri almarhum M Isa yang meninggal dunia tahun lalu. Selain juga anak, menantu dan cucunya. Mereka yakni Marissa Putri (28) tenaga bakti pada Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, bersama suaminya Saiful Bahri (30) pegawai bakti Dinas Perhubungan serta buah hati mereka Rayyan (11 bulan), dan Agus Satriadi (29) petugas penyuluh perikanan.

Petugas Damkar dibantu warga menyiram kobaran api | Rahmat Hidayat

Mardiah didampingi kedua anaknya saat ditanyai Metro Aceh, mengaku kronologis kejadian itu baru diketahui ketika Saiful Bahri terbangun, setelah mendengar suara berisik dari atap rumah. Karena melihat api melahap sisi atas bagian dapur, dia lantas membangunkan ibu dan adiknya untuk segera keluar menyelamatkan diri.

Saiful Bahri juga berteriak minta tolong ke warga, kemudian dilaporkan ke posko Pemadam Kebakaran. Dalam situasi panik itu, tiga unit sepeda motor dan satu mobil Toyota Avanza, berhasil dikeluarkan dari dalam rumah.

“Kami sedang tertidur, tapi Saiful bangun saat mendengar suara berisik dan sadar rumah kami terbakar, langsung meminta saya dan anak, menantu serta cucu untuk bergegas keluar rumah, karena api sudah membesar,” ungkap Mardiah dengan nada masih panik diliputi trauma ketika ditanyai awak media ini.

Petugas menyemprotkan air ke atap rumah terbakar | Rahmat Hidayat

Komandan Regu B Pemadam Kebakaran Bireuen, Safrizal mengatakan, pihakya begitu menerima informasi kebakaran itu. Langsung mengerahkan petugas yang standby 24 jam di posko dalam Kota Bireuen, serta mengirimkan lima unit armada, untuk memadamkan api.

Pantauan Metro Aceh di TKP, petugas menyebar untuk berusaha memadamkan api, dari belakang rumah warga bernama Nazar (50). Dengan dibantu masyarakat di sekitar lokasi, petugas nekat masuk menerobos ke teras samping utara, kemudian listrik dipadamkan PLN, disusul datangnya petugas ke lokasi.

Tim pemadam, melempar batu untuk memecahkan kaca jendela agar dapat menyemprotkan air ke dalam rumah, guna mencegah api merambat ke rumah tetangga sebelah utara. Karena Damkar habis air, spontan warga naik ke atas atap rumah, membantu menyiramkan air menggunakan ember.

Para bapak-bapak dan ibu-ibu tetangga korban, juga memberikan respon cepat dan tanggap. Mereka bersama sejumlah pemuda desa itu, silih berganti berlarian mengambil air menyiram ke rumah yang terbakar ini. Terlihat anggota Polsek dan Kodim, ikut membawa keluar ember berisi air dari rumah warga di samping SDN 6 Bireuen di Geulanggang Teungoh, seraya mengeruk air parit di pinggir jalan untuk menyiram api.

Tak lama berselang, tim Damkar kembali selesai mengisi ulang air, kobaran api dengan cepat dapat dipadamkan hingga tuntas pukul 04.30 Wib. Namun, seluruh bangunan dan harta benda milik korban habis terbakar tidak terselamatkan lagi. (Rahmat Hidayat)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *