Pemkab Bireuen

Infokom Aceh

BIREUEN|METRO ACEH-Jenazah lelaki tanpa identitas yang ditemukan nelayan Samalanga terapung di perairan selat Malaka, akhirnya dikebumikan secara Islam di areal kuburan Pemkab Bireuen, kawasan Desa Geulumpang Payong, Minggu (10/2) pagi.

Informasi yang diperoleh Metro Aceh tadi sore menyebutkan, jasad Mr X yang mengapung sekitar 25 mil dari bibir pantai Samalanga, mengenakan baju Police sudah dalam kondisi membusuk, serta bagian wajah dan tubuh terkelupas diduga dimakan ikan di lautan.

Petugas instalasi kamar jenazah RS dr Fauziah dan warga mengebumikan jenazah Mr X dikuburan Pemda | Rahmat Hidayat

“Iya benar jenazah yang ditemukan oleh nelayan kemarin, sudah kami kebumikan tadi pagi. Karena kondisinya sudah membusuk, bagian kepala hanya tersisa tengkorak saja, kulit wajah sudah habis terkelupas,” ungkap Tgk Iskandar yang kini dipercayai menjadi penanggungjawab instalasi jenazah RSU dr Fauziah Bireuen.

Dia menuturkan, hingga saat akan dikubur tadi pagi, belum ada warga yang melapor atau melihat jenazah ini, maupun mengaku sebagai anggota keluarga. Ketika ditemukan, korban pakai baju di dada bertuliskan POLICE dan tertulis 1983 warna putih.

Benda ini ada peluit ditemukan dileher korban | Foto Istim

Hal senada disampaikan Kapolres Bireuen, AKBP Gugun Hardi Gunawan,SIk.,M.Si melalui Kasatreskrim, Iptu Eko Rendi Oktama, tadi pagi. Bahwa identitas Mr X tidak dapat diketahui lagi, karena kondisinya sudah rusak.

“Sesuai hasil visum, dileher korban ditemukan ada peluit. Jika masyarakat merasa kehilangan anggota keluarganya dengan ciri-ciri menyerupai Mr X ini, kami minta segera hubungi Call Centre 110, agar misteri ini bisa terungkap,” sebut Eko Rendi Oktama.

Ciri-ciri pakaian yang dikenakan Mr X saat diperiksa di kamar mayat | Foto Istimewa

Dia mengaku, pihaknya sedang mencoba untuk mengidentifikasi korban, maupun saksi-saksi. Supaya polisi bisa menguak tabir dibalik insiden kematian korban itu, serta kaitannya dengan kemungkinan lain yang mengarah kepada tindakan kekerasan terhadap korban. Eko Rend berharap, ada masyarakat yang bersedia memberi informasi, agar polisi mendapat petunjuk untuk mengungkap misteri kejadian itu.(Rahmat Hidayat)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *