Kodim

KUALASIMPANG|METRO ACEH-Oknum petugas Bea Cukai Langsa, dituding kerap menggelapkan barang bukti (BB) seludupan yang tertangkap dan disita untuk negara. Khususnya, bermacam barang impor yang dibawa masuk ke Aceh secara ilegal.

Tindakan culas aparat custom tersebut, dibongkar secara gamblang dan blak-blakan oleh Zakaria alias Zek (40) warga Sungai Yu, Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang kepada Metro Aceh, Rabu (16/1).

Dia mengaku, dirinya memiliki sejumlah bukti aksi “penjarahan” BB, oleh oknum Bea Cukai Langsa. Diantaranya, puluhan ton bawang merah, spare part mobil, ratusan bungkus teh hijau dan berbagai barang seludupan lainnya, yang berhasil disita dan selama ini digelapkan untuk kepentingan pribadi, maupun kelompok petugas bernafsu serakah tersebut.

“Saya tahu persis semua tindakan culas petugas Bea Cukai Langsa, sebagian besar barang bukti sitaan, disikat oleh mereka untuk dijual lagi ke masyarakat, agar mendapat keuntungan dari aksi mencuri barang bukti sitaan,” ungkap Zakaria alias Zek kepada awak media ini.

Puluhan ton bawang merah ilegal saat dibongkar petugas BC, serta dipindahkan ke truk.

Dia menuturkan, beberapa waktu lalu ada barang impor sitaan, yang proses hukum sudah ingkrah. Saat dilelang, diketahui jumlahnya menyusut drastis. Tapi, Zakaria membiarkan saja kondisi ini, karena tidak ingin jadi polemik. Lalu, kejadian serupa kembali terulangi ketika muncul perkara berikutnya.

Kemudian, pada penangkapan sebulan terakhir ini, dengan barang bukti puluhan ton bawang merah ilegal, yang diseludupkan dari Thailand. Oknum Bea Cukai, kembali mencuri hampir seluruh BB sitaan. Anehnya, tindakan jahanam ini, seolah tak mampu tersentuh aparat penegak hukum.

“Seharusnya, barang bukti seludupan itu tak dicuri oleh petugas Bea dan Cukai di Langsa. Karena mereka wajib menyita semua barang bukti secara utuh, jangan mempermainkan aturan sesuka hati,” tukasnya seraya mengaku siap memberi informasi, maupun menjadi saksi atas perbuatan serakah oknum bea cukai ini.

Petugas Bea dan Cukai melakukan penangkapan salah satu Kapal Motor (KM) bermuatan bawang ilegal, di wilayah diperairan Aceh Tamiang. Namun selama ini ada oknum di BC Langsa, berinisial Z, diduga melakukan penggelapan bawang ilegal dari hasil tangkapan pihak BC setempat.

Zakaria menyebutkan, permainan busuk itu dikomandoi oleh oknum petugas BC berinisial Z. Mereka ditengarai menjual lagi BB sitaan, untuk memperoleh uang dengan jumlah besar. Dia meminta, agar pejabat terkait menindak tegas pelaku, jika perlu harus diseret ke meja hijau atas perbuatan melawan hukum yang dilakukan, dengan menjarah barang sitaan tersebut.

Oknum petugas Bea dan Cukai (BC) Langsa berinisial Z, saat dikonfirmasi Metro Aceh via short message service (SMS), kebinggungan atas pertanyaan yang dilayangkan awak media ini melalui HP nya.

Ketika itu, Z hanya membalas seraya mengaku tak mengerti maksud sms tersebut, serta membalas “mohon maaf bang, bisa diulang pertanyaannya karena agak bingung saya,” tulis Z melalui pesan singkat.

Namun setelah konfirmasi via SMS dikirim kembali, oknum petugas BC itu tak lagi menanggapi maksud wartawan untuk memberi hak jawabnya, atas tudingan itu.

Sementara Kepala Bea dan Cukai (BC) Langsa, Suhada yang dihubungi lewat selular, guna dimintai konfirmasi soal anggotanya yang diduga menggelapkan bawang ilegal hasil tangkapan, mengaku tak tahu menahu terkait tudingan itu.

Suhada menegaskan, jika ada anggota BC yang melakukan tindakan diluar prosedur (SOP), tentu akan ditindak tegas sesuai aturan. Namun, hingga kini dirinya belum pernah memperoleh bukti, perbuatan yang dilanggar anggotanya.

“Jika ada petugas Bea dan Cukai Langsa yang melanggar SOP, pasti akan segera menerima sanksi tegas. Tapi, sejauh ini sejak saya menjadi kepala di Langsa, tak ada temuan anggota yang melanggar SOP,” jelasnya dari balik seluler. (Sutris)


DPRK Pidie Jaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *