by

Sengketa Berakhir Damai, Desa Ujong Pie Sah Miliki Tanah Lapang

-PERISTIWA-539 views
Keuchik, Ujong Pie M.Risyad (kanan) bersalaman dengan Keuchik Sagoe, Sabaruddin didampingi Danramil, Kapten Wakid dan Kapolsek Muara Tiga, Ipda Maksum Umar yang menandai perdamaian sengketa tanah lapang, berlangsung di mapolsek, Selasa (23/10) malam. (Amir Sagita)

SIGLI|METRO ACEH-Kisruh sengketa tanah lapang antar dua desa di Kecamatan Muara Tiga, Pidie yang nyaris jadi arena tawuran warga beberapa hari lalu. Akhirnya berhasil menemui titik temu, serta berujung damai dengan kesimpulan aset tersebut dinyatakan sah dimiliki Desa Ujong Pie.

Demikian kesepakatan dari kedua kubu yang sebelumnya sempat bersiteru, gara-gara memperebutkan aset lahan tanah lapang di batas desa bertetangga itu. Dengan difasilitasi Muspika Muara Tiga, Selasa (23/10) malam, akhirnya kebuntuan atas persoalan tersebut mendapat titik temu, yang disepakati dua pihak guna mengakhiri konflik agraria ini.

Berdasarkan penelusuran Metro Aceh, aset lapangan seoak bola yang beberapa hari lalu dinyatakan status quo, oleh Pemkab Pidie pasca kerusuhan warga. Berhasil didamaikan pihak muspika, dengan sejumlah poin yang disepakati bersama.

BACA JUGA :   Truk Angkut Kayu Hantam Mopen L 300

Camat Muara Tiga, M.Yusuf didampingi Danramil Kapten Wakid dan Kapolsek Ipda Maksum Umar saat ditemui Metro Aceh menjelaskan, permdaian itu merupaka i’tikat baik warga Desa Sagoe dan Ujong Pie. Menurut dia, jika sebelumnya mereka berselisih faham dan saling klaim, atas lokasi tanah lapang yang berada tepat di depan SMPN 2 Curee. Bahkan, nyaris bentrok massal sehingga melibatkan aparat keamanan.

“Alhamdulillah, berkat keinginan masyarakat untuk dapat menuntaskan persoalan ini secara baik-baik. Akhirnya, kami bersama unsur muspika bisa memediasi penyelesaian masalah tanah lapang itu. Sehingga kedua pihak, sepakat berdamai dan menerima keputusan bahwa lahan tersebut, sah menjadi milik Desa Ujong Pie,” ujar M Yusuf.

BACA JUGA :   Pencari Sumbangan Ditemukan Tewas di Warkop

Disebutkannya, sejumlah poin kesepakatan menerangkan bahwa, warga Desa Sagoe berjanji tidak mengganggu lagi pemanfaatan lahan tanah lapang, yang sudah sah dimiliki Desa Ujong Pie. Sebaliknya, Desa Sagoe juga berhak mendapat sedikit kompensasi, supaya kedua pihak bisa menjaga ketertiban masyarakat.

“Kedua pihak sudah sepakat dan menyetujui hasil musyawarah ini, serta tidak ada lagi persoalan dikemudian hari,” tukasnya.

Kapolsek Muara Tiga, Ipda Maksum Umar kepada awak media ini menuturkan, untuk terciptanya situasi kamtibmas, warga kedua desa diharapkan tetap menjaga silaturahmi dan kembali bersatu membangun gampong.

Dia menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh lapisan masyarakat, karena telah mendukung upaya untuk penyelesaian persoalan tersebut, secara baik-baik dan menerima kesepakatan yang tidak merugikan pihak manapun.

BACA JUGA :   Pencari Sumbangan Ditemukan Tewas di Warkop

“Meskipun lokasi ini sudah sah milik Desa Ujong Pie, tapi agar menghindari trauma warga. Maka kami sarankan, supaya lapangan itu baru dapat digunakan sebulan pasca perdamaian ini,” sebut Maksum Umar.

Pertemuan itu, turut dihadiri Keuchik Desa Sagoe, Desa Ujong Pie, Keuchik Simpang Beutong, Tuha Puet ke dua gampong, tokoh agama, tokoh masyarakat. Kapolsek, Danramil serta Camat Muara Tiga. Perdamaian itu berjalan lancar karena ke dua pihak sudah menerima poin-poin yang tercantum dala surat perjanjian, dan tidak ada yang menolaknya lagi.

Meski sudah tercapai kesepakatan, namun aparat kepolisian tetap disiagakan di lokasi itu, guna mencegah timbulnya persoalan yang tidak diinginkan. (MA 13)

Comment

News Feed