by

BNPB Lakukan Penanganan Darurat

-NANGGROE-143 views

METRO ACEH-Bencana gempa disusul tsunami yang melanda wilayah Kota Palu dan Donggala, terus menjadi fokus pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), untuk melakukan proses penanganan darurat bagi korban yang terpapar bencana itu mulai hari ini, Jum’at (28/9).

Demikian disampaikan oleh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Dr Sutopo Purwo Nugroho M.Si melalui grup Whatsapp Forum Jurnalis Peduli Bencana (FJPB) Aceh pukul 22.35 WIB.

Dalam siaran pers tersebut, sosok yang akrab disapa oleh kalangan jurnalis ini menjelaskan, gempa bumi berkekuatan magnitude 7,7 SR yang kemudian dimutakhirkan oleh BMKG menjadi 7,4 SR. Mengguncang Kota Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah pukul 17.02 WIB.

Dia menyebutkan, pusat gempa terjadi dikedalaman 10 meter pada 27 km timur laut Donggala, berpotensi tsunami di sekitar wilayah pesisir. Menurutnya, BMKG telah mengaktifkan peringatan dini tsunami dengan status siaga (tinggi potensi tsunami 0,5-3 meter) di pantai Donggala bagian barat, serta status waspada (tinggi potensi tsunami dibawah 0,5 meter) di pantai bagian utara Donggala. Sedangkam, di wilayah Mamuju bagian utara dan Kota Palu bagian barat, BMKG telah mengakhiri peringatan tsunami sejak pukul 18.36 WIB.

BACA JUGA :   Menguak Dugaan Pungli Oleh Oknum Pejabat Pada Kontraktor Proyek Fisik di Bireuen

Menurutnya, berdasarkan konfirmasi ke BMKG, tsunami terjadi dan menerjang kawasan pantai. Posko BNPB juga telah mengkonfirmasi BPBD bahwa tsunami menerjang Pantai Talise di Kota Palu dan pantai Donggala. Selain itu, dia mengaku video peristiwa tersebut yang berhasil didokumentasikan oleh masyarakat, serta disebar melalui media sosial benar bencana alam tsunami ini.

Berdasarkan laporan sementara sebut Pak Topo, gempa dan tsunami telah menimbulkan korban jiwa akibat tertimpa reruntuhan gedung yang roboh, diguncang gempa serta tsunami yang menerjang pemukiman maupun bangunan yang ada disekitar pantai.

BACA JUGA :   Musrenbang Kecamatan Jeumpa : Jangan Anak Tirikan Kami

“Jumlah korban dan dampak bencana ini masih dalam pendataan. Petugas BPBD, TNI, Polri, Basarnas, SKPD dan relawan kini sedang melakukan proses evakuasi, serta pertolongan terhadap para korban. Penanganan darurat terus dilakukan,” sebutnya.

Kondisi listrik yang padam total, saat inienyebabkan gangguan jaringan komunikasi di Donggala dan sekitarnya. Sebanyak 276 base station, tidak dapat dipergunakan. Namun, operator komunikasi terus berusaha memulihkan pasolan listrik secara darurat. Sementara Kemkominfo RI, ikut melakukan langkah-langkah darutat guna memulihkan komunikasi yang terputus.

“Kepala BNPB bersama pejabat BNPB, malam ini berangkat ke Palu melalui Makassar. Selanjutnya, melanjutkan ke Palu dan Donggala menggunakan Helikopter, karena badaea Mutiara Sis Al Jufri di Kota Pali ditutup sejak pukul 19.26 WITA hingga besok pukul 19.20 WITA,” jelasnya.

Selain itu, tim reaksi cepat BNPB sudah bergerak menuju Donggala,melalui Kota Balikpapan, selanjutnya terbang dengan Helikopter Waterbooming yang standby di Balikpapan. Tim itu, turut membawa peralatan komunikasi satelit dan perlengkapan lainnya.

BACA JUGA :   Musrenbang Kecamatan Jeumpa : Jangan Anak Tirikan Kami

Sementara itu, Tim Reaksi Cepat BNPB juga telah bergerak menuju Donggala melalui Balikpapan. Dari Balikpapan, Tim Reaksi Cepat BNPB terbang ke Donggala menggunakan helicopter water bombing yang ada di Balikpapan. Tim ini membawa peralatan komunikasi satelit dan peralatan lainnya.

Kemudian, TNI segera mengerahkan pasukan untuk membantu penangan dampak gempa dan tsunami, dengan menurunkan tujuh SSK dari Yonkes, Yonzipur, Yonif dan Yonzikon menggunakan dua pesawat Hercules C-130. Polri ikut terlibat menggerakkan personil dan peralatan, guna memberi dukungan penanganan darurat tersebut.

“Saat ini komunikasi masih lumpuh dan menyebabkan koordinasi, maupun pelaporan sulit dilakukan. Kondisi listrik padam total, sehingga Kota Palu dan Donggala malam ini gelap gulita. Gempa susulan terus terjadi,” ungkapnya.(MA 01)

Comment

News Feed