Pria Kurang Waras Ditemukan Tewas di Saluran Irigasi - METRO ACEH

Pria Kurang Waras Ditemukan Tewas di Saluran Irigasi

Pria Kurang Waras Ditemukan Tewas di Saluran Irigasi
Warga menyaksikan jenazah korban yang ditemukan tewas di saluran irigasi Desa Jangka Alue Bie, Kecamatan Jangka, Selasa (11/9) pagi. (Foto dok. Polsek Jangka)

JANGKA|METRO ACEH.COM-Warga Desa Jangka Keutapang dan Jangka Alu Bie, Kecamatan Jangka tiba-tiba dihebohkan dengan penemuan sesosok mayat di saluran irigasi perbatasan kedua desa itu, Selasa (11/9) sekitar pukul 07.00 wib.

Warga menyaksikan jenazah korban yang ditemukan tewas di saluran irigasi Desa Jangka Alue Bie, Kecamatan Jangka, Selasa (11/9) pagi. (Foto dok. Polsek Jangka)

Informasi yang diperoleh Metro Aceh menyebutkan, korban tewas yakni Muzakkir bin Husein (48) warga Desa Jangka Keutapang yang selama ini tidak waras, alias mengalami gangguan jiwa.

 

Kronologis kejadian penemuan mayat itu bermula, ketika Nurhida (50) petani asal Desa Jangka Alue Bie hendak buang air besar, di jamban atas irigasi. Saksi ini, melihat ada sesosok mayat mengapung, dengan posisi telungkup di dalam saluran itu.

Warga menyaksikan jenazah korban yang ditemukan tewas di saluran irigasi Desa Jangka Alue Bie, Kecamatan Jangka, Selasa (11/9) pagi. (Foto dok. Polsek Jangka)

Saksi ini pun menjerit histeris, sehingga sejumlah warga datang ke lokasi itu dan hanya sesaat, masyarakat sudah tumpah ruah memadati TKP. Kemudian, mereka melaporkan peristiwa itu kepada kedua kepala desa. Selanjutnya, diberitahukan ke Koramil 07 serta pihak kepolisian di Mapolsek Jangka.

 

Saat petugas tiba di lokasi, jasad korban ini sudah diangkat warga dari saluran itu. Lalu, prajurit TNI menghubungi anggota piket puskemas Jangka. Namun pasca dievakuasi, keluarga korban menolak tim medis untuk melakukan visum, karena alasan mereka sudah ikhlas dengan kepergian Muzakkir.

 

Kemudian, keluarga korban membawa pulang jasad itu bersama puluhan warga dari dua desa bertetangga ini, guna difardhu kifayah dan dikebumikan di TPU Desa Jangka Keutapang.

 

Menurut pengakuan adik korban bernama Riswan bin Husein, abangnya itu mengalami gangguan kejiwaan sejak usia 18 tahun silam. Dia menduga, kejadian naas itu disebabkan korban jatuh ke saluran irigasi, sehingga terseret arus air laut yang sedang pasang dan menggenangi irigasi tersebut. (MA 01)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below